Amelia, Mila (2026) Pemberdayaan Tanah Ulayat Menjadi Objek Wisata Bukit Batu Manda Dalam Peningkatan Kesejahteraan Suku Payobada Kabupaten 50 Kota. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover)
Mila Amelia 2112040030 Cover- daftar isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB I ok.pdf - Published Version Download (272kB) |
|
|
Text (BAB 3)
BAB III ok.pdf - Published Version Download (185kB) |
|
|
Text (BAB 5)
BAB V ok.pdf - Published Version Download (145kB) |
|
|
Text (fulltext)
Mila Amelia 2112040030 Skripsi full text (1).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Tanah ulayat merupakan aset komunal masyarakat adat yang memiliki nilai sosial, budaya, dan ekonomi yang penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat pemiliknya. Di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, salah satu tanah ulayat milik Suku Payobada dimanfaatkan sebagai objek wisata alam, yaitu Bukit Batu Manda. Keberadaan wisata ini dinilai memiliki potensi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan. Namun, dalam praktiknya, pengelolaan wisata Bukit Batu Manda masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, fasilitas pendukung yang belum memadai, serta belum adanya regulasi nagari yang mengatur pengelolaan wisata secara resmi. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan sumber daya manusia, partisipasi aktif, penguatan modal sosial dan penyediaan informasi tepat guna bagi suku Payobada untuk menjadikan tanah ulayat sebagai objek wisata Bukit Batu Manda dalam peningkatan kesejahteraan Suku Payobada di Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan lokasi penelitian di Jorong Belubus, Nagari Sungai Talang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota. Informan penelitian ditentukan secara purposive sampling yang melibatkan kepala suku, anggota suku, pengunjung wisata dan masyarakat setempat objek wisata. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif dan berlangsung yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan guna memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap proses pemberdayaan yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan tanah ulayat menjadi objek wisata Bukit Batu Manda dilakukan melalui empat strategi pemberdayaan, yaitu: a.) Pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan kapasitas dan pelatihan b.) partisipasi aktif masyarakat melalui keterlibatan dan inisiatif c.) penguatan modal sosial dan kesadaran suku Payobada dilukakan melalui solidaritas dan dukungan d.) penyediaan informasi tepat guna dilakukan dengan pemanfaatan media sebagai pengembangan wisata Bukit Batu Manda.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pemberdayaan masyarakat, tanah ulayat, objek wisata, kesejahteraan, Suku Payobada |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > 307.1 Pemberdayaan Masyarakat |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FDIK |
| Date Deposited: | 06 Apr 2026 04:19 |
| Last Modified: | 06 Apr 2026 04:19 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32112 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
