Putri, Anisa (2026) Konsep Zuhud Perspektif Tasawuf Hamka dan Said Nursi. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover sampai Daftar Isi)
cover-sampai daftar isi.pdf - Published Version Download (410kB) |
|
|
Text (BAB I)
Text (BAB I).pdf - Published Version Download (312kB) |
|
|
Text (BAB III)
Text (BAB III).pdf - Published Version Download (221kB) |
|
|
Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
Text (BAB V dan Daftar Pustaka).pdf - Published Version Download (306kB) |
|
|
Text (File Full Text)
File Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Zuhud merupakan salah satu konsep sentral dalam tasawuf yang mengalami pergeseran makna seiring dengan perkembangan zaman. Dalam konteks modernitas yang ditandai oleh dominasi materialisme, rasionalisme, dan sekularisasi, konsep zuhud sering kali dipahami secara keliru sebagai sikap menjauhi dunia dan menarik diri dari kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep zuhud dalam perspektif tasawuf modern menurut Hamka dan Bediuzzaman Said Nursi serta mengkaji persamaan dan perbedaan pemikiran keduanya dalam merespons tantangan kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode historis- filosofis. Pendekatan historis digunakan untuk menelusuri latar belakang sosial, intelektual, dan historis yang memengaruhi pemikiran Hamka dan Said Nursi, sementara pendekatan filosofis digunakan untuk menganalisis secara kritis gagasan-gagasan mendasar kedua tokoh mengenai zuhud. Sumber data penelitian ini terdiri atas karya-karya primer Hamka, seperti Tasawuf Modern, serta karya Said Nursi dalam Risale-i Nur, yang didukung oleh literatur sekunder berupa buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Hamka maupun Said Nursi sama- sama menolak pemahaman zuhud klasik yang bersifat ekstrem dan anti-dunia. Hamka memandang zuhud sebagai sikap batin yang menempatkan dunia secara proporsional sebagai sarana untuk beribadah, membangun akhlak, dan menjalankan tanggung jawab sosial. Zuhud menurut Hamka melahirkan pribadi muslim yang sederhana, etis, dan aktif dalam kehidupan masyarakat. Sementara itu, Said Nursi memaknai zuhud, yang berlandaskan pada konsep tiga wajah dunia, yaitu dunia sebagai sarana pengenalan terhadap Allah, dunia sebagai ladang amal akhirat, dan dunia sebagai objek pemuasan hawa nafsu. Secara komparatif, perbedaan pemikiran Hamka dan Said Nursi terletak pada titik tekan konseptualnya. Hamka lebih menekankan aspek etika dan moral sosial, sedangkan Said Nursi menekankan dimensi teologis dan penguatan iman dalam menghadapi krisis spiritual modern. Meskipun demikian, keduanya memiliki kesamaan fundamental dalam memandang zuhud sebagai sikap internal dan spiritual yang berfungsi sebagai pengendali batin. Dengan demikian, konsep zuhud dalam pemikiran Hamka dan Said Nursi relevan untuk dijadikan paradigma tasawuf modern yang menyeimbangkan antara spiritualitas dan kehidupan duniawi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Zuhud, Tasawuf Modern, Hamka, Bediuzzaman Said Nursi. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Akhlak > Tasawuf |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 03:31 |
| Last Modified: | 02 Mar 2026 03:31 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31991 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
