Ramadhani, Selsa (2026) PENAFSIRAN LĀ TAQRABŪ ZINĀ DALAM QS. AL-ISRA’[17]: 32 (PENDEKATAN TEORI MA’NA CUM MAGHZA). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER-DAFTAR ISI)
COVER-DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (611kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (483kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (193kB) |
|
|
Text (BAB V-DAFTAR PUSTAKA)
BAB V-DAPUS.pdf - Published Version Download (227kB) |
|
|
Text (fulltext)
SELSA RAMADHANI-2215050050-SKRIPSI FINISH.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan reinterpretasi terhadap QS. al-Isra’[17]: 32, terkhusus frasa lā taqrabū zinā , dalam rangka menjawab rumusan masalah mengenai bagaimana pemaknaan ayat tersebut secara makna literal dan pesan utama ayat dari realitas sosial kontemporer yang menunjukkan semakin maraknya perilaku mendekati zina, baik dalam bentuk interaksi langsung maupun melalui media digital, yang kerap dianggap wajar dan tidak lagi dipandang sebagai pesoalan moral serius. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tafsir kontekstual melalui teori ma‘na cum maghza, yang menyeimbangkan antara makna literal ayat dan pesan moral yang bersifat dinamis. Kemudian, data primer bersumber dari teks QS. al-Isra’[17]: 32 dan kitab-kitab tafsir otoritatif, seperti Tafsir al-Ṭhabari, Tafsir al-Qurthubi, Tafsir Ibn Katsir, Tafsir al-Azhar, Tafsir al-Munir, dan Tafsir al-Mishbaḥ serta data sekundernya berupa jurnal, buku-buku serta artikel ilmiah untuk memperkaya analisis. Kemudian, data dikumpulkan secara sistematis. Analisis data deskriptif dilakukan melalui menentukan al-ma'na al-tarikhī, menangkap al-maghza al-tarikhī, hingga merumuskan al-maghza al-mutaharrik al-mu'ashir. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan utama. Pertama, analisis al-ma‘na al-tarīkhī terhadap frasa lā taqrabū zinā mengungkap makna kebahasaan yang menekankan larangan komprehensif, mencakup seluruh tahapan pendekatan fisik, visual, dan verbal yang berpotensi mengarah pada perbuatan zina. Kedua, kajian al-maghza al-tarīkhī menunjukkan bahwa ayat ini berfungsi sebagai instrumen reformasi sosial yang mendasar dalam konteks masyarakat Arab pra-Islam, dengan menegaskan perlindungan terhadap kehormatan perempuan, kemurnian nasab, dan keutuhan institusi keluarga. Ketiga, pendalaman al-maghza al-mutaharrik al-mu‘asṣir membuktikan bahwa prinsip pencegahan dalam ayat ini tetap relevan dan dapat dikontekstualisasikan untuk menjawab tantangan era digital, seperti mengatur interaksi di media sosial, mencegah konten eksploitasi seksual, dan membangun ketahanan moral individu melalui internalisasi nilai secara proaktif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | QS. Al-Isra’[17]: 32, Lā Taqrabū Zinā , Ma’na cum Maghza |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 17 Mar 2026 01:41 |
| Last Modified: | 17 Mar 2026 01:41 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31910 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
