Mentari, Cakra (2026) Sekolah Guru Agama Atas (SGAA) Kauman Padang Panjang di Masa Pergolakan Daerah. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover)
Cakra Mentari - 2211020075 - Cover Daftar Isi.pdf - Published Version Download (709kB) |
|
|
Text (BAB I)
File BAB I.pdf - Published Version Download (269kB) |
|
|
Text (BAB III)
File BAB III.pdf - Published Version Download (810kB) |
|
|
Text (BAB IV - DAFTAR PUSTAKA)
File BAB IV - DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (204kB) |
|
|
Text (fulltext)
Cakra Mentari - 2211020075 - Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Skripsi ini menganalisis dampak konflik daerah Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) terhadap eksistensi Sekolah Guru Agama Atas (SGAA) Kauman Muhammadiyah Padang Panjang dalam periode krusial 1958–1964. SGAA, yang berfungsi sebagai salah satu pilar kaderisasi guru dan mubaligh Muhammadiyah di Sumatera Tengah, secara spesifik menjadi rentan terhadap ketidakstabilan politik demokrasi terpimpin. Untuk menjawab kebaruan historis ini, skripsi ini berfokus pada tiga rumusan masalah utama: pertama bagaimana sejarah evolusi Tablig School hingga menjadi SGAA?, kedua apa saja tantangan, kondisi, dan dampak yang dialami SGAA selama masa pergolakan daerah (1958–1964)? dan ketiga bagaimana upaya resiliensi yang dilakukan oleh SGAA dan Muhammadiyah untuk menjamin keberlanjutan institusi pasca-krisis?. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan penekanan kuat pada sumber lisan untuk mengatasi minimnya arsip tertulis akibat kerusakan fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergolakan PRRI menyebabkan kelumpuhan total aktivitas belajar mengajar SGAA sejak 1958 hingga 1962, dengan kerugian material signifikan, termasuk hancurnya sekitar 60% koleksi perpustakaan. Namun, institusi menunjukkan resiliensi luar biasa yang didorong oleh konsolidasi jaringan organisasi, dan keputusan Konferensi Muhammadiyah Daerah pada 1963 untuk melakukan transformasi nama kembali menjadi Kulliyatul Muballighien pada Agustus 1964. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa ketahanan institusi pendidikan Islam modern di masa krisis politik sangat bergantung pada solidaritas jaringan organisasi dan komitmen elit lokal. Kebangkitan SGAA merepresentasikan model adaptasi krisis Muhammadiyah di tengah trauma politik daerah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | SGAA, Muhammadiyah, PRRI, Padang Panjang, Resiliensi Institusi. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Sejarah Islam |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FAH |
| Date Deposited: | 16 Mar 2026 02:11 |
| Last Modified: | 16 Mar 2026 02:11 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31775 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
