Ri'ayah Masjid Raya Gantiang Sebagai Cagar Budaya Di Kota Padang

Ramadhani, As-syifa' Salsabila (2026) Ri'ayah Masjid Raya Gantiang Sebagai Cagar Budaya Di Kota Padang. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover dll)
COVER As-syifa' Salsabila Ramadhani (2212030056)..pdf - Published Version

Download (508kB)
[img] Text (BAB 1)
Bab 1 watermak.pdf - Published Version

Download (413kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (246kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V..pdf - Published Version

Download (278kB)
[img] Text (fulltext)
Skripsi As-syifa' Salsabila.R (2212030056 Full Text).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (22MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan konsep ri’ayah dalam pengelolaan masjid, namun pelaksanaannya belum optimal, terutama pada aspek pemeliharaan bangunan, keindahan, dan kebersihan. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan dana, sumber daya manusia, serta koordinasi antar pengurus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi ri’ayah Masjid Raya Gantiang sebagai cagar budaya melalui tiga aspek utama, yaitu bangunan, keindahan, dan kebersihan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, guna menggambarkan kondisi nyata di lapangan. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan ketua pengurus masjid, jajaran pengurus, dan jamaah, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi masjid. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan, pemeriksaan, penyajian, analisis, dan penarikan kesimpulan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ri’ayah Masjid Raya Gantiang sebagai cagar budaya meliputi tiga aspek utama. (1) dari segi bangunan pengurus masjid secara rutin melakukan pemeliharaan terhadap struktur fisik, mulai dari perbaikan atap, pengecatan ulang, hingga penguatan pondasi, agar keutuhan dan keaslian arsitektur tetap terjaga meski menghadapi kendala dana dan sumber daya manusia. Upaya ini dilakukan untuk mempertahankan nilai historis dan fungsional masjid sebagai tempat ibadah yang layak digunakan (2) dari segi keindahan, pengurus berupaya menjaga dan merawat ornamen, hiasan ukiran khas Minangkabau, kaligrafi Arab, serta taman dan halaman masjid agar tetap rapi, indah, dan harmonis dengan arsitektur lama. Penataan ini tidak hanya menciptakan kenyamanan bagi jamaah, tetapi juga meningkatkan daya tarik masjid sebagai objek wisata religi yang mencerminkan nilai estetika dan budaya lokal. (3) dari segi kebersihan, pengurus dan jamaah secara rutin membersihkan area salat dan lingkungan sekitar masjid untuk menjaga kenyamanan jamaah, meskipun aspek ini relatif lebih sederhana dibandingkan pemeliharaan fisik dan estetika.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Ri’ayah, Cagar Budaya, Pengelolaan Masjid, Masjid Raya Gantiang.
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Masjid
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Manajemen Dakwah
Depositing User: Ruang Baca FDIK
Date Deposited: 10 Mar 2026 07:03
Last Modified: 10 Mar 2026 07:03
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31597

Actions (login required)

View Item View Item