Sari, Novita (2025) Studi Koleksi Museum Adityawarman: Analisis Terhadap Sejarah Islam dan Minangkabau. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar Isi)
Novita Sari. 2111020017. Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version Download (991kB) |
|
|
Text (BAB I)
Novita Sari. 2111020017-BAB I.pdf - Published Version Download (523kB) |
|
|
Text (BAB III)
Novita Sari. 2111020017-BAB III.pdf - Published Version Download (554kB) |
|
|
Text (BAB IV-Daftar Pustaka)
Novita Sari. 2111020017-BAB IV.pdf - Published Version Download (586kB) |
|
|
Text (Full Text)
Novita Sari. 2111020017. Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Museum Adityawarman merupakan lembaga pelestarian budaya yang memegang peranan penting dalam mendokumentasikan serta menampilkan perjalanan sejarah Islam dan budaya Minangkabau. Koleksi-koleksi di museum ini, seperti artefak adat menjadi bukti nyata dari akulturasi antara Islam dan adat Minangkabau. Namun demikian, dalam realitasnya, museum sering kali hanya dipandang sebagai tempat penyimpanan benda kuno tanpa dimaknai sebagai ruang edukasi yang hidup dan dinamis. Kurangnya penyajian yang interaktif, minimnya inovasi teknologi informasi, serta rendahnya partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi tantangan utama dalam pelestarian dan pewarisan nilai sejarah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana koleksi-koleksi di Museum Adityawarman merepresentasikan sejarah dan akulturasi antara Islam dan budaya Minangkabau. Fokus utama penelitian ini adalah pada dua koleksi etnografika, yaitu dulang dan saluak batik, yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga sarat akan makna spiritual, sosial, dan kultural. Melalui metode penelitian sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa koleksi-koleksi tersebut merupakan bukti material dari proses Islamisasi yang berlangsung secara kultural dan adaptif di Minangkabau. Dulang, misalnya, bukan sekadar benda hias atau alat makan, melainkan media dalam tradisi Salawat dulang, yakni dakwah Islam melalui seni vokal. Sementara itu, saluak batik bukan hanya pelengkap busana adat penghulu, melainkan simbol kepemimpinan yang religius dan adat. Penelitian ini menunjukkan bahwa Museum Adityawarman tidak hanya berperan sebagai penyimpan artefak, tetapi juga sebagai lembaga pelestarian dan rekonstruksi sejarah Islam yang menyatu dengan nilai-nilai lokal. Dengan demikian, koleksi museum menjadi sumber belajar yang kaya untuk memahami identitas keislaman masyarakat Minangkabau serta pentingnya pelestarian warisan budaya melalui pendekatan edukatif dan interpretatif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Dulang, Minangkabau, Museum Adityawarman, Saluak Batik, Sejarah Islam |
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FAH |
| Date Deposited: | 09 Sep 2025 15:41 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 15:41 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31056 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
