Tussalamah, Nadia (2025) Sejarah Intelektual Syekh Yasin Nagari Limo Koto Sijunjung. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover)
Nadia Tussalamah.2111020038.cover.pdf - Published Version Download (684kB) |
|
|
Text (BAB 1)
Nadia Tussalamah.2111020038.BAB 1.pdf - Published Version Download (246kB) |
|
|
Text (BAB 3)
Nadia Tussalamah.2111020038.BAB 3.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB 4)
Nadia Tussalamah.2111020038.BAB 4.pdf - Published Version Download (126kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
Nadia Tussalamah.2111020038.FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji manuskrip peninggalan Syekh Yasin Tanjung Ampalu (Malin Mandaro Kadhi Gaek), seorang ulama tarekat Syattariyah Sijunjung. Fokus penelitian diarahkan pada kandungan intelektual naskah-naskah beliau, khususnya pada bidang fikih, tasawuf, mushaf al-Qur’an, dan teks-teks sosial keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber (internal dan eksternal), interpretasi, dan penulisan. Data diperoleh dari dua sumber utama: (1) sumber primer berupa enam belas manuskrip peninggalan Syekh Yasin dan hasil wawancara dengan ahli waris dan masyarakat sekitar surau, serta (2) sumber sekunder berupa buku, skripsi, tesis, artikel, dan dokumen terkait tarekat Syattariyah dan tradisi intelektual Minangkabau. Teori yang digunakan adalah teori transmisi keilmuan Islam yang menjelaskan bagaimana ajaran dan teks keislaman diwariskan melalui praktik penyalinan naskah, pengajaran surau, serta jaringan ulama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syekh Yasin (1805–1945 M), atau dikenal sebagai Tuanku Kadhi Gaek Koto VII, merupakan ulama Syattariyah yang berpengaruh di Nagari Limo Koto. Ia mendirikan surau sebagai pusat pendidikan agama dan tarekat. Khazanah intelektualnya terekam dalam manuskrip yang berisi, di antaranya: (1) naskah fikih yang membahas bab ṭahārah (bersuci), meliputi tata cara wudhu, mandi wajib, tayammum, serta pembahasan tentang najis menurut mazhab Syafi‘i; (2) naskah tasawuf berupa syarah atas al-Ḥikam karya Ibn ʿAṭāʾ Allāh yang menekankan dimensi etika dan spiritual; (3) mushaf al-Qur’an yang menunjukkan peran Syekh Yasin sebagai penyalin teks suci, bagian dari tradisi penyalinan mushaf di Minangkabau; (4) naskah tata bahasa Arab berupa komentar atas Alfiyyah Ibn Mālik; serta (5) naskah sosial yang menyebut persoalan budak, memperlihatkan keterhubungan ajaran fikih dengan realitas sosial pada masa itu. Temuan ini memperlihatkan bahwa Syekh Yasin tidak selalu berperan sebagai pengarang, tetapi juga sebagai penyalin (kātib) yang berusaha menjaga keberlanjutan teks-teks Islam klasik di Minangkabau. Dengan demikian, manuskrip-manuskrip tersebut bukan hanya menjadi warisan budaya lokal, tetapi juga bukti penting transmisi keilmuan Islam yang mengintegrasikan fikih, tasawuf, mushaf al-Qur’an, dan tradisi sosial keagamaan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Syekh Yasin, Manuskrip, Sejarah intelektual |
| Subjects: | U Umum (General) > AZ History of Scholarship The Humanities |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FAH |
| Date Deposited: | 09 Sep 2025 21:32 |
| Last Modified: | 09 Sep 2025 21:32 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31008 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
