Susana, Elpi (2025) Kedudukan Hibah Rumah dari Orang Tua kepada Anak Bungsu Perempuan dan Implikasinya Terhadap Kewarisan Islam (Studi Kasus di Nagari Bawan Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover- Daftar Isi)
Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version Download (899kB) |
|
|
Text (Bab I)
Bab I.pdf - Published Version Download (420kB) |
|
|
Text (Bab III)
Bab III.pdf - Published Version Download (588kB) |
|
|
Text (Bab V)
Bab V- Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (339kB) |
|
|
Text (Skripsi Full Text Elpi Susana Nim 2113010128)
Skripsi Full Text Elpi Susana Nim 2113010128.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Skripsi ini dilatarbelakangi adanya pemberian harta rumah melalui hibah, perubahan dari sistem kewarisan Islam (faraidh) menjadi pola pemberian hibah yang dilakukan sebelum pewaris meninggal dunia. Pemberian hibah sering kali dijadikan jalan keluar oleh orang tua untuk membagikan harta warisan secara adil sesuai dengan pandangannya, tanpa harus terikat dengan aturan pembagian harta warisan dalam al-Qur'an, Hadist maupun kompilasi Hukum Islam. Adapun pertanyaan penelitian yaitu: pertama, bagaimana pelaksanaan hibah rumah dari orang tua kepada anak bungsu perempuan? Kedua, Apa alasan orang tua memberikan harta rumah kepada anak bungsu perempuan? Ketiga, bagaimana peralihan kepemilikan rumah hibah dari orang tua kepada anak bungsu perempuan dan implikasinya terhadap kewarisan Islam? Untuk menjawab pertanyaan penelitian di atas dilakukan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research), dengan melakukan wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan: pertama, pelaksanaan pemberian harta rumah oleh orang tua kepada anak bungsu perempuan dilakukan dengan memperhatikan adat istiadat, musyawarah keluarga, diberikan saat anak bungsu perempuan telah menginjak usia dewasa atau telah menikah, dilakukan secara tertulis untuk menjamin kepastian hukum. Kedua, Alasan orang tua untuk menghibahkan rumah kepada anak bungsu perempuan adalah dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kebutuhan, kondisi, peran, dan kedekatan emosional, serta tradisi sebagian masyarakat Nagari Bawan. Ketiga, Peralihan kepemilikan rumah kepada anak bungsu di Padang Bio-Bio dilakukan melalui hibah sukarela yang sah secara hukum selama pemberi hibah masih hidup, dengan memperhatikan syarat-syarat tertentu. Implikasi hibah rumah dari orang tua kepada anak bungsu perempuan adalah: mengurangi harta warisan, hibah diperhitungan sebagai harta warisan, prinsip keadilan dan berpotensi konflik. Kata kunci: Hibah rumah, kewarisan Islam
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hibah rumah, kewarisan Islam |
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 01:00 |
| Last Modified: | 02 Jun 2026 01:00 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/28960 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
