Kondisi Sakit yang Mendapatkan Rukhsah untuk Tidak Berpuasa Menurut Pendapat Wahbah AZ-Zuhaili dan Yusuf AL-Qardhawi

Oktaryan, Aldira (2025) Kondisi Sakit yang Mendapatkan Rukhsah untuk Tidak Berpuasa Menurut Pendapat Wahbah AZ-Zuhaili dan Yusuf AL-Qardhawi. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
SKRIPSI IAN.pdf - Published Version

Download (403kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (308kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (313kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (185kB)
[img] Text (FULL TEXT)
SKRIPSI IAN_merged (2).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pendapat antara Wahbah Zuhaili dan Yusuf al- Qardhawi tentang keadaan sakit yang yang mendapatkan rukhshah untuk tidak berpuasa dibulan Ramadhan. Pertanyaan penelitian: Pertama, Apa dalil dan metode istinbath hukum Wahbah Zuhaili dan Yusuf al- Qaradhawi tentang kebolehan tidak berpuasa bagi orang sakit? Kedua, Apa penyebab terjadinya perbedaan pendapat Wahbah Zuhaili dan Yusuf al- Qardhawi tentang kebolehan tidak berpuasa bagi orang sakit. Ketiga, Pendapat yang rajih antara Wahbah Zuhail dan Yusuf Al Qaradhawi tentang kebolehan tidak berpuasa bagi orang sakit. Metode penelitian kualitatif dengan sumber data library research (penelitian Pustaka), sumber primernya yaitu Kitab Fiqih Islam wa Adillatahu, Nazariyyah Al-Darurah Al-Syari’ah dan Atsar Al-Harb Fi Al-Fiqh Al-Islami karya Wahbah az-Zuhaili dan Kitab Fiqih ash-Shiyam, Al-Islamu Wal Fannu dan Halal wa Haram karya Yusuf al- Qardhawi. Hasil penelitiannya adalah: Pertama, dalil yang digunakan oleh Wahbah az-Zuhaili adalah al-Qur’an Surat al-Baqarah: 184-185 dan Surat an-Nisa: 29 serta Hadis dari Abu Hurairah RA, metode istinbath yang digunakan adalah al-Qur’an, Hadis, Istihsan, Sadd adz-dzari’ah dan Maqashid Syariah (hifz ad-din). Adapun Yusuf al- Qardhawi menggunakan dalil al-Quran Surat al-Baqarah: 184-185, Surat an-Nisa: 29, dan Surat al-Hajj: 178 serta Hadis dari Abu Hurairah RA, metode istinbath yang digunakan adalah al-Qur’an, Hadis, Istihsan, Maqashid Syari’ah (hifz an-nafs). Kedua, penyebab perbedaan hanya terletak kepada memahami sakit yang mendapatkan rukshah dan titik fokus maqashid syariah yang diperioritaskan. Ketiga, pendapat yang rajih adalah pendapat Yusuf al- Qardhawi karena lebih besarnya kemaslahatan dalam implementasinya

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Puasa, Rukhshah, Wahbah Az-Zuhaili, Yusuf al- Qardhawi
Subjects: Agama Islam
Agama Islam > Aliran dan Sekte dalam Islam
Agama Islam > Aliran dan Sekte dalam Islam > Ahlussunnah wal Jamaah
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 03 Sep 2025 09:00
Last Modified: 03 Sep 2025 09:00
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/27484

Actions (login required)

View Item View Item