Azmi, Afdhalul (2025) Pesan Keadilan Sosial Pada Film Nyanyian Akar Rumput. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER)
COVER.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Bab 1)
Afdhalul Azmi-2012010094-BAB I.pdf - Published Version Download (320kB) |
|
|
Text (Bab 3)
Afdhalul Azmi-2012010094-BAB III.pdf - Published Version Download (558kB) |
|
|
Text (Bab V)
Afdhalul Azmi-2012010094-BAB V.pdf - Published Version Download (646kB) |
|
|
Text (Fulltext)
Afdhalul Azmi-2012010094-Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Berbeda dengan film dokumenter karya Yuda Kurniawan pada tahun 2018 ini membuat masyarakat melek dengan pesan yang disampaikan pada film tersebut, selain pesan sinematrogafinya yang epic, film ini juga memberikan pesan muamalah dari segi politik pada masa Orde Baru (1996-1998). Film dokumenter ini dibuat selama empat tahun, mulai dari tahun 2014 hingga 2018, mengikuti Fajar Merah (21 Tahun) putra Wiji Thukul - seorang sastrawan dan aktivis HAM yang “dihilangkan” pada tahun 1998 oleh Rezim Presiden Soeharto. Film ini juga bertujuan untuk mengenang serta menghidupkan Kembali puisi-puisi Widji Thukul. Film ini juga telah meraih beberapa penghargaan antara lain: NETPAC Award dari Jogja NETPAC Asian Film Festival 2018, Film Dokumenter Panjang Terpilih - Piala Maya 2019, Pemenang Honorable Mention Award - Figueira Da Foz International Film Festival, Portugal 2019. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis Pesan Keadilan Sosial pada Film “Nyanyian Akar Rumput”. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis semiotika oleh Charles Sanders Pierce. Pada penelitian ini metode yang digunakan bertujuan untuk meneliti dan memahami fenomena dan bentuk pesan keadilan sosial pada film “Nyanyian Akar Rumput” secara detail, rinci, dan sistematis. Teknik pengumpulan data berdasarkan teori tersebut repsentamen atau potongan scene pada film tersebut, ikon yaitu atau tanda yang menyerupai pada potongan gambar tersebut, indeks yaitu tanda yang nyata atau hubungan langsung dengan objek (gambar), lalu simbol yakni tanda yang merujuk pada objek dan dimaknai oleh konvensi masyarakat. Kemudian mendeskripsikan data tersebut kedalam bentuk tabel berupa potongan gambar atau scene scene yang kemudian mempresentasikan pesan keadilan sosial pada film tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Makna Ikon dalam film ini muncul dalam bentuk berupa foto dan rekaman Widji Thukul yang mana foro-foto arsip dan rekaman video yang menampilkan sosok Widji Thukul berfungsi sebagai representasi langsung dari sosok nyata yang pernah ada. 2) Makna Indeks dalam film ini dapat ditemukan pada gambar keluarga Widji Thukul yang masih terus mencari keadilan, ini menunjukkan dampak langsung dari penghilang Widji Thukul terhadap keluargany. 3) Makna Simbol pada film ini ditentukan oleh konvensi sosial atau budaya, seperti puisi-puisi Widji Thukul yang tampil pada film ini seperti Bunga dan Tembok, yang telah menjadi simbol perjuangan melawan ketidakadilan dan ketertindasan.4) Pesan keadilan sosial pada film ini menunjukkan enam bentuk pesan dari segi politik-sosial. Yaitu, Keadilan dalam bermasyarakat, tanggung jawab sosial, perjuangan dan keteguhan hati, musyawarah dan solidaritas, konsisten dalam berjuang, menolak kezaliman dan ketidakadilan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pesan, keadilan, film |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Ilmu Sosial |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FDIK |
| Date Deposited: | 19 Aug 2025 00:52 |
| Last Modified: | 19 Aug 2025 00:52 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/26793 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
