Hervina, Sri (2022) Tradisi Bulan Baiak di Kenagarian Simpang Tanjuang Nan Ampek. Skripsi thesis, Fakultas Adab dan Humaniora.
|
Text
Sri Hervina_1811020061_BAB I - Sri Hervina.pdf Download (548kB) |
|
|
Text
Sri Hervina_1811020061_BAB II - Sri Hervina.pdf Restricted to Repository staff only Download (507kB) |
|
|
Text
Sri Hervina_1811020061_BAB III - Sri Hervina.pdf Restricted to Repository staff only Download (805kB) |
|
|
Text
Sri Hervina_1811020061_BAB IV - Sri Hervina.pdf Download (395kB) |
|
|
Text
Sri Hervina_1811020061_Cover_Persetujuan Pembimbing_Pengesahan_Surat Pernyataan_Abstrak_Kata Pengantar_Daftar Isi - Sri Hervina.pdf Download (885kB) |
|
|
Text
Sri Hervina_1811020061_DAFTAR PUSTAKA - Sri Hervina.pdf Download (413kB) |
|
|
Text
Sri Hervina_1811020061_Fulltext - Sri Hervina.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Permasalahan pokok yang dibahas dalam skripsi ini bagaimana latar belakang, sejarah, pelaksanaan dan perubahan serta dampak dari tradisi bulan baiak di Nagari Simpang Tanjuang Nan Ampek. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sejarah Nagari Simpang Tanjuang Nan Ampek, pelaksanaan dan perubahan tradisi bulan baiak di Nagari Simpang Tanjuang Nan Ampek dan dampak pelaksanaan tradisi bulan baiak terhadap kehidupan masyarakat di Nagari Simpang Tanjuang Nan Ampek. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode sejarah dengan langkah-langkah sebagai berikut: Heuristik, kritik sumber, sintesis, dan penulisan. Tahap pertama yang peneliti lakukan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan sumber-sumber yang mendukung penelitian, baik sumber primer maupun sekunder. Pengumpulan sumber dilakukan dengan dua cara yaitu dengan studi kepustakaan berdasarkan sumber yang tertulis, dan juga sumber lisan berdasarkan wawancara. Kedua melakukan kritik sumber, dimana sumber-sumber yang telah dikumpulkan di kritisi. Ketiga melakukan analisis, dimana sumbersumber yang telah dikritisi dianalisis kembali, dan tahap terakhir adalah melakukan penulisan. Bedasarkan hasil penelitian, pertama bahwa Sejarah Nagari Simpang Tanjuang Nan Ampek itu bermula dari empat keluarga yang berasal dari suku melayu. Mereka melakukan pengembaraan untuk mengembangkan ekonomi dengan cara menelusuri hutan-hutan hingga sampai menemukan tempat pemukiman yang mereka senangi yaitu Simpang Tanjuang Nan Ampek. keempat keluarga tersebut merupakan orang yang pertama kali menginjakkan kaki di tanah Simpang Tanjuang Nan Ampek. Kedua, Pelaksanaan dan perubahan tradisi bulan baiak di Nagari Simpang Tanjuang Nan Ampek di laksanakan pada setiap tahun yang terdiri dari tiga masa atau tiga waktu yaitu pada saat menyambut kedatangan bulan Ramadhan, kemudian pada saat merayakan hari Raya Idul Fitri dan merayakan hari Raya Idul Adha yang dimulai dengan mendoa-doa bagi bapakbapak dan manjalang bagi ibu-ibu dengan membawa kue dan samba. Ketiga, dampak dari tradisi bulan baiak ada dua yaitu dampak positif, tradisi bulan baiak berdampak baik bagi masyarakatnya seperti mempererat tali persaudaraan, saling berbagi, bekerja sama, menambah semarak suasana bulan baiak, kemudian berdampak negatif berhiba hati dan tumbuhnya hutang bagi yang kekurangan di bidang ekonomi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tradisi, bulan baiak |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Ilmu Sosial > Sosiologi dan Antropologi Tajuk Subjek > Ilmu Sosial > Adat Istiadat, Etiket, Folklor U Umum (General) > Sejarah |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Rusdin Zebua |
| Date Deposited: | 25 Mar 2025 23:10 |
| Last Modified: | 25 Mar 2025 23:10 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/26633 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
