Permatasari, Sinta (2025) Konsep Kedamaian Jiwa Menurut Jalaluddin Rumi Perspektif Hermeneutika. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-daftar isi)
cover sinta.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I Sinta.pdf - Published Version Download (264kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III SINTA.pdf - Published Version Download (292kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V SINTA.pdf - Published Version Download (247kB) |
|
|
Text (Skripsi Full Teks)
SKRIPSI SINTA FULL TEKS (1).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Adapun latar belakang penelitian ini ialah bagaimana kedamaian jiwa menurut Jalaluddin Rumi. Hal ini terdapat di dalam karyanya Fihi Ma Fihi yang berkaitan dengan kesatuan dengan Tuhan. Dalam buku ini, Rumi menyusunnya dalam bentuk prosa dan puisi yang menggambarkan bahwa kedamaian datang dari melepaskan ego, menerima keadaan dan menyatu dengan alam semesta. Tetapi Rumi tidak mengungkapkan secara jelas dan tidak mudah dipahami, namun Rumi memiliki syarat dan nilai-nilai penting yang dapat membawa seseorang menuju kedamaian jiwa. Oleh karena itu, untuk mengungkapkan makna yang disampaikan Rumi, penulis perlu menggunakan pendekatan terhadap teks yakni hermeneutika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana jiwa yang damai menurut sajak Jalaluddin Rumi, bagimana cara mendapatkan kedamian jiwa menurut sajak Jalaluddin Rumi dan apa kontribusi kedamaian jiwa bagi masyarakat modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian Library research. Fokus interpretasi dalam penelitian ini yaitu karya Jalaluddin Rumi yang berjudul Fihi Ma Fihi. Teknik analisa data dalam penelitian ini yaitu analisis reduksi dan analisis hermeneutik. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang kedamaian jiwa melalui kesadaran spiritual. Berdasarkan buku Fihi Ma Fihi, jiwa yang damai menurut jalaluddin Rumi ialah seseorang yang menyadari bahwa dirinya lebih dari sekedar fisik atau pikiran yang terbatas, untuk menyadarinya kita perlu proses kesadaran diri mendalam. Dimana seseorang sepenuhnya sadar dan memahami hakikat dirinya, bukan hanya sebagai tubuh atau pikiran tetapi sebagai kesadaran yang lebih luas dan dalam. Untuk itu cara untuk mendapatkan kedamaian jiwa menurut Jalaluddin Rumi di dalam buku Matsnawi yaitu dengan cara mengendalikan hawa nafsu duniawi, hati-hati dengan fatamorgana, kenali diri dan kenali Tuhan, selalu bersyukur dan intropeksi diri dan terbuka terhadap kebenaran. Kontribusi kedamaian jiwa bagi masyarakat modern ialah kembali kepada ajaran agama dan membawa nilai-nilai spiritual dalam kehidupan agar bisa merasakan ketenangan dalam jiwa.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kedamaian Jiwa, Jalaluddin Rumi, Teori Hermeneutik |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Filsafat dan Psikologi |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 10 Mar 2025 17:36 |
| Last Modified: | 10 Mar 2025 17:36 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25800 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
