Aslamiyah, Nur Dina (2025) Pacu Jalur Pada Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Sebuah Kajian Sejarah Budaya). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER- DAFTAR ISI)
SKRIPSI COVER- DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
SKIRPSI BAB I.pdf - Published Version Download (413kB) |
|
|
Text (BAB III)
SKIRPSI BAB III.pdf - Published Version Download (587kB) |
|
|
Text (BAB IV- DAFTAR PUSTAKA)
SKIRPSI BAB IV- DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (384kB) |
|
|
Text (Full Text)
Nur Dina Aslamiyah- 2111020037- Skripsi FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Pacu Jalur merupakan warisan budaya yang masih melekat pada masyarakat Kuantan Singingi hingga saat ini. Dengan pesatnya kemajuan teknologi, Pacu Jalur mampu mempertahankan eksistensinya dengan melakukan perubahan fungsi pada tradisi ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan sejarah munculnya tradisi Pacu Jalur, Bentuk pelaksanaan tradisi Pacu Jalur, dan perubahan fungsi Pacu Jalur pada masyarakat Kuantan Singingi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Hal pertamma yang dilakukan adalah heuristik yaitu mengumpulkan sumber untuk mendapatkan data yang berasal dari sumber primer seperti wawancara. Juga sumber sekunder seperti buku, jurnal, skripsi dan internet. Kemudian melakukan kritik sumber untuk memastikan hanya sumber yang benar- benar bisa dipercayanyang digunakan, sementara yang tidak layak disingkirkan. Langkah selanjutnya sintesis, tahap ini dilakukan dengan menganalisis sumber- sumber yang digunakan untuk mengidentifikasi fakta yang dapat diuji keasliannya, yang kemudian digunakan dalam penulisan. Langkah terakhir yaitu penulisan yaitu penulisan karya ilmiah yang berpedoman pada penulisan karya ilmiah sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi bermula dari penggunaan perahu panjang sebagai alat transportasi masyarakat di Sungai Kuantan untuk mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari. Setelah banyaknya alat tranportasi lain yang lebih memudahkan perahu ini digunakan dalam perlombaan dayung saat perayaan hari besar Islam sebagai hiburan dan ajang silaturahmi yang dilakukan di Tepian Narosa. Pada masa penjajahan Belanda, tradisi ini dijadikan acara resmi untuk merayakan hari lahir Ratu Wilhelmina. Setelah Indonesia merdeka, Pacu Jalur menjadi bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan RI, menjadikannya simbol kebanggaan dan nasionalisme. Kini, Pacu Jalur berkembang menjadi festival budaya tahunan yang menarik wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata dan perdagangan. Sebagai warisan budaya takbenda, tradisi ini terus bertahan dan berkembang, menunjukkan bahwa budaya lokal dapat lestari selama tetap bermanfaat bagi masyarakat dan mendapat dukungan berbagai pihak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Fungsi, Pacu Jalur, Pelaksanaan |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Ilmu Sosial > Adat Istiadat, Etiket, Folklor > Adat Istiadat Siklus Kehidupan U Umum (General) > Seni dan Olahraga |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FAH |
| Date Deposited: | 02 May 2025 08:09 |
| Last Modified: | 02 May 2025 08:09 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25442 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
