Riva’i, Tegar Mayukho (2025) Studi Komparatif Hukum Mengambil Foto Makhluk Hidup Dalam Pandangan Syekh Bin Baz dan Ibnu Utsaimin Ditinjau Dari Konsep Mashlahah. Skripsi thesis, FAKULTAS SYARI'AH.
|
Text (COVER - DAFTAR ISI)
cover.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
Tegar Mayukho Rivai 1813020005 BAB I.pdf - Published Version Download (626kB) |
|
|
Text (BAB II)
Tegar Mayukho Rivai 1813020005 BAB III.pdf - Published Version Download (746kB) |
|
|
Text (BAB V - DAFAR PUSTAKA)
Tegar Mayukho Rivai 1813020005 BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (496kB) |
|
|
Text (Fulltext)
Fulltext (2).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penulisan skripsi ini berdasarkan latar belakang masalah bahwa terdapat ikhtilaf antara Syekh Bin Baz dan Syekh Ibnu Utsaimin tentang hukum foto makhluk hidup. Pertanyaan penelitian ini adalah (1) Apa penyebab perbedaan pendapat antara Syaikh Bin Baz dan Syaikh Ibnu Utsaimin tentang hukum mengambil foto makhluk hidup? (2)Mana pendapat yang rajih (terkuat) antara Syaikh Bin Baz dan Syaikh Ibnu Utsaimin tentang hukum mengambil foto makhluk hidup?. Jenis penelitian ini adalah penellitian kepustakaan, dengan menelaah literature yang berhubungan dengan pembahasan ini. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kitab-kitab fatwa Syaikh Bin Baz dan Syaikh Ibnu Utsaimin, setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan metode Komparatif yaitu metode perbandingan. Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan, maka hasil dari penelitian ini adalah (1) Hukum mengambil foto makhluk bernyawa menurut Syaikh Bin Baz adalah haram, karena beliau menganggap bahwa foto itu sama hukumnya dengan menggambar. Syaikh Bin Baz berdalil kepada hadis Aisyah R.A tentang hukum menggambar makhluk hidup dengan menggunakan metode istinbath al-qiyasi dengan illat bahwa foto itu sama dengan menggambar makhluk hi. Sedangkan hukum foto makhluk bernyawa menurut Syaikh Ibnu Utsaimin adalah boleh, karena beliau tidak mengganggap foto itu sama dengan menggambar dan menurut beliau tidak ada dalil yang menerangkan secara eksplisit melarang foto makhluk hidup ini. Syaikh Ibnu Utsaimin menggunakan metode istibath istishlahi,dengan menggunakan kaidah fiqh yaitu "segala sesuatu hukumnya boleh,sampai ada dalil yang melarangnya". (2) Pendapat yang rajih menurut penulis adalah pendapat Syaikh Ibnu Utsaimin karena relevan dengan zaman sekarang. Sementara jika ditinjau dari konsep mashlahah, maka pendapat Syaikh Bin Baz menggunakan mashlahah mulgho dan Syaikh Ibnu Utsaimin menggunakan mashlahah mursalah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hukum foto, makhluk hidup, mashlahah |
| Subjects: | Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 19 Mar 2025 05:16 |
| Last Modified: | 19 Mar 2025 05:16 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24871 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
