Perbandingan Konsep Cinta Rabi'ah Al-Adawiyyah dan Jalaluddin rumi

Hasanah, Latifah (2025) Perbandingan Konsep Cinta Rabi'ah Al-Adawiyyah dan Jalaluddin rumi. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover_daftarisi_LatifahHasanah_2015010012)
Cover_daftar Isi_LatifahHasanah_2015010012.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I_LatifahHasanah_2015010012)
BAB 1_LatifahHasanah_2015010012.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB III_latifahHasanah_2015010012)
BAB III_LatifahHasanah2015010012.pdf - Published Version

Download (720kB)
[img] Text (BAB V_LatifahHasanah_2015010012)
BAB V- Daftar Pustaka_LatifahHasanah_2015010012.pdf - Published Version

Download (457kB)
[img] Text (Fulltext_LatifahHasanah_2015010012)
fulltext_LatifahHasanah_2015010012.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis konsep cinta dalam pemikiran Rabi’ah Al-Adawiyah dan Jalaluddin Rumi, dua tokoh sufi terkemuka dalam tradisi Islam, serta implikasinya terhadap praktik spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya cinta dalam spiritualitas Islam, yang menjadi jembatan antara manusia dan Tuhan. Rabi’ah Al-Adawiyah dikenal dengan cinta yang tulus dan tanpa pamrih kepada Allah, yang tercermin dalam pengabdiannya yang total. Di sisi lain, Jalaluddin Rumi menekankan cinta sebagai jalan menuju kesatuan dengan Tuhan, di mana cinta menjadi medium untuk mencapai pengalaman mistis yang mendalam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, yang mengkaji karya-karya kedua tokoh tersebut, termasuk puisi dan prosa yang mencerminkan pemikiran mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam pendekatan, keduanya berpandangan bahwa cinta adalah inti dari hubungan spiritual dengan Tuhan. Rabi’ah menekankan pentingnya keikhlasan dalam beribadah dan pengabdian yang tulus kepada Allah, sementara Rumi menekankan pengalaman cinta yang mendalam dan menyentuh hati, yang mampu mengubah cara pandang dan perilaku seseorang Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa konsep cinta menurut Rabiah al-Adawiyah dan Jalaludin Rumi memiliki dimensi spiritual yang mendalam. Rabiah memandang cinta sebagai pengabdian total kepada Tuhan, tanpa mengharapkan imbalan, dan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Sebaliknya, Rumi melihat cinta sebagai kekuatan yang membawa individu menuju pencerahan spiritual dan pemahaman yang lebih dalam tentang diri dan Tuhan, serta mencakup cinta kepada sesama manusia. Meskipun keduanya menempatkan cinta sebagai inti pengalaman spiritual, perbedaan utama terletak pada fokus mereka, Rabiah lebih menekankan cinta langsung kepada Tuhan, sedangkan Rumi mengintegrasikan cinta kepada Tuhan dengan cinta kepada manusia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: cinta, rabi'ah adawiyyah, jalaluddin rumi, spiritualitas islam
Subjects: U Umum (General) > Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 02 Mar 2025 08:49
Last Modified: 02 Mar 2025 08:49
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24441

Actions (login required)

View Item View Item