Keengganan Dewasa Awal Memasuki Kehidupan Berkeluarga di Desa Pulai Payung, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu (Ditinjau dari Perspektif Bimbingan Konseling Keluarga)

Rahma Sri, Mulia (2023) Keengganan Dewasa Awal Memasuki Kehidupan Berkeluarga di Desa Pulai Payung, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu (Ditinjau dari Perspektif Bimbingan Konseling Keluarga). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER)
Mulia Sri Rahma 1912020090 COVER.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
Mulia Sri Rahma 1912020090 BAB I.pdf - Published Version

Download (291kB)
[img] Text (BAB III)
Mulia Sri Rahma 1912020090 BAB III.pdf - Published Version

Download (138kB)
[img] Text (BAB V)
Mulia Sri Rahma 1912020090 BAB V.pdf - Published Version

Download (207kB)
[img] Text (Full Text)
Mulia Sri Rahma 1912020090 Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Islam memerintahkan manusia yang telah memenuhi syarat atau mampu, untuk melaksanakan pernikahan atau membina keluarga, sebagaimana juga tercantum di dalam tugas-tugas perkembangan masa dewasa awal yang terdiri dari delapan tugas dewasa awal adapun lima di antara tugas perkembangan dewasa awal tersebut berkaitan dengan pernikahan atau kehidupan berkeluarga. Namun fenomena yang terjadi saat ini masih banyak individu dewasa awal yang enggan atau belum menikah. Sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk: 1) Mengetahui faktor internal keengganan dewasa awal memasuki kehidupan berkeluarga, 2) Mengetahui faktor eksternal keengganan dewasa awal memasuki kehidupan berkeluarga, 3) Mengetahui tinjauan konseling keluarga terhadap keengganan dewasa awal memasuki kehidupan berkeluarga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 orang individu yang berada pada masa dewasa awal dengan rentang usia 28-40 tahun namun belum menikah, penentuan subjek penelitian dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Faktor internal keengganan dewasa awal memasuki kehidupan berkeluarga, ini berasal dari faktor psikologis, yang mana lima orang dewasa awal belum menikah karena menganggap kesehatan sebagai point penting dalam menikah. Empat orang dewasa awal belum menikah karena merasa belum memiliki kesiapan mental dan finansial. Empat orang dewasa awal belum menikah karena memiliki pengalaman buruk dalam hubungan sebelumnya. 2) Faktor eksternal keengganan dewasa awal memasuki kehidupan berkeluarga berasal dari stimulus dan lingkungan, yang mana tiga orang dewasa awal belum menikah karena pernah melihat dan mendengar hal buruk dalam kehidupan keluarga dari lingkungan sekitar. 3) Tinjauan konseling keluarga terhadap keengganan dewasa awal memasuki kehidupan berkeluarga. Dalam hal ini konseling keluarga memiliki fungsi edukatif atau pengembangan yang mana konseling keluarga dapat membantu dewasa awal mendalami dan menjelaskan nilai-nilai diri yang dimilikinya, mengendalikan kelemahan, serta menghadapi kesepian dan masalah-masalah semisalnya. Konselor berkolaborasi atau bekerja sama dalam upaya membantu klien mencapai tugas-tugas perkembangan. Selain itu konseling keluarga juga bisa membantu dewasa awal menyadari fakta jika mereka bermasalah dan kemudian memberikan motivasi agar dewasa awal segera menikah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Dewasa Awal, Keluarga, Bimbingan Konseling Keluarga
Subjects: U Umum (General) > Ilmu Sosial
U Umum (General)
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam
Depositing User: Ruang Baca FDIK
Date Deposited: 09 Oct 2023 02:13
Last Modified: 25 Mar 2025 05:01
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/15663

Actions (login required)

View Item View Item