Larangan Adzan Menggunakan Alat Pengeras Suara Di Masjid Nurul Hidayah Kampung Pasir Nan Panjang Kenagarian Surantih Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan

MARTONI, - (2018) Larangan Adzan Menggunakan Alat Pengeras Suara Di Masjid Nurul Hidayah Kampung Pasir Nan Panjang Kenagarian Surantih Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan. Skripsi thesis, UIN IMAM BONJOL PADANG.

[img] Text (COVER, PERSETUJUAN DAN ABSTRAK)
COVER. PERSETUJUAN DAN ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (160kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (284kB)
[img] Text (FILE GABUNGAN)
Lengkap.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Adzan merupakan suatu perkataan tertentu yang telah di tetapkan oleh syari’at islam yang berfungsi sebagai pemberitahuan kepada umat muslim bahwa telah masuk waktu shalat lima waktu, pada masa Rasulullah SAW seorang muadzin melakukan adzan di tempat yang paling tinggi yang berada di sekitar masjid namun di era modern seperti saat sekarang ini ilmu pengetahuan sudah semakin tinggi sehingga manusia banyak menciptakan perubahan-perubahan, salah satunya adalah alat pengeras suara/TOA, salah satunya yang bermanfaat membantu seorang muadzin untuk melakukan adzan sehingga suara yang di hasilkan lebih jauh terdengar dari sekitar masjid, dan pada umumnya seluruh masjid sudah menggunakan alat tersebut untuk melaksanakan adzan,namun di masjid Nurul Hidayah Kampung Pasir Nan Panjang terdapat suatu perbedaan yaitu mereka melarang bahkan mengharamkan menggunakan alat pengeras suara/TOA diwaktu melakukan adzan sampai saat sekarang ini, yang mana menurut jemaah Masjid Nurul Hidayah Kampung Pasir Nan Panjang beragumentasi bahwasanya ALLAH SWT itu tidak tuli, dan juga hal tersebut sudah menjadi tradisi nenek moyang mereka terdahulu. Penelitian ini di fokuskan pada, apa yang menjadi alasan bagi jema’ah Masjid Nurul Hidayah Kampung Pasir Nan Panjang yang melarang adzan dengan menggunakan alat pengeras suara/TOA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan ditetapkan dengan teknik purposive sampling yang meliputi, tokoh agama, tokoh adat, dan jemaah pelaksana hal tersebut. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian digunakan untuk teknik pengolahan data yaitu dengan cara mengorganisasikan, sesudah itu menjabarkannya kedalam unit- unit, melakukan sintesa,, memilih data yang mana yang penting dan data yang akan dipelajari, seterusnya baru membuat kesimpulan dari penelitian tersebut. Hasil penelitian ini adalah: Bahwasanya muadzin dilarang adzan dengan menggunakan alat pengeras suara dengan alasan, Pertama Bahwasanya ALLAH itu tidak tuli. Kedua jema’ah Masjid Nurul Hidayah mengikuti tradisi nenek moyang mereka yang terdahulu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Studi Agama-Agama
Depositing User: Users 35 not found.
Date Deposited: 07 Nov 2019 02:51
Last Modified: 07 Nov 2019 02:51
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/6662

Actions (login required)

View Item View Item