Aryanti, Yosi (2020) Inovasi Akad Pada Produk Perbankan Syari’ah di Indonesia (Kajian Transaksi Berbasis Syari’ah). Doctoral thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
Full Disertasi Yosi Ariyanti Untuk CD-1-24.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Bab I)
Full Disertasi Yosi Ariyanti Untuk CD-25-56.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Bab III)
Full Disertasi Yosi Ariyanti Untuk CD-153-207.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Bab V - Daftar Pustaka)
Full Disertasi Yosi Ariyanti Untuk CD-323-336.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Fulltext)
Full Disertasi Yosi Ariyanti Untuk CD.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (63MB) |
Abstract
Lahirnyabanksyari’ahdi Indonesiaditandaisecaraformaldengan dikeluarkannya UU No 7 tahun 1992, kemudian perkembangan industri perbankan syariah nasional semakin memiliki landasan hukum yang kuat dengan diberlakukannya UU No 21 tahun 2008 tentang perbankan syariah sehingga diharapkan perbankan Syariah menjadi pilihan bagi masyarakat muslim di Indonesia untuk ikut andil dalam mengembangkan perbankan syariah. Akan tetapi setelah berjalan selama 28 tahun, market share perbankan syariah nasional hanya mampu mencapai angka 5,95% pada Juni 2019, masih tertinggal dari bank syariah di Malaysia yang sudah mencapai angka 27%. Berdasarkan penelitian dari Syaikh Muhammad Abdul Rahim Sultan al ulama, asisten dekan untuk Lembaga riset Universitas Emirat Arab mengatakanbahwabanksyari’ahpadaeraglobalsaatinimenghadapibanyak tantangan, salah satunya adalah pengembangan produk dan peningkatan kualitas pelayanan agar sesuai dengan tuntutan masyarakat bisnis global. Pesatnya pertumbuhan perbankan syari’ah harus disertai dengan inovasi produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, karena terdapat hubungan yang kuat antara inovasi produk dengan perkembangan sebuahperbankansyari’ah.Berdasarkanfaktatersebut,makapenulistertarik untuk melakukan penelitian, mengenai produk diperbankan syariah yang melekat erat dengan akad-akad yang berkembang dalam transaksi perbankan syariah. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normative empiris, yang dalam pengumpulan data bergantung kepada bahan-bahan kepustakaan yang relevan dengan permasalahan yang dibahas dengan cara menelaah teori-teori, konsep-konsep, asas-asas hukum, serta peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan penelitian ini dan dilengkapi dengan data yang didapatkan dari hasil wawancara dengan pihak perbankan syariah. Dalam menganalisis data penulis menggunakan teknik analisis isi (content analisys), yaitu menganalisis data menurut isinya, atau data yang terkait langsung dengan persoalan yang diteliti dideskripsikan secara sistematis dan objektif. Hasil penelitian menjelaskan, pertama perkembangan produk perbankan syariah dilakukan untuk memberikan kemaslahatan bagi masyarakat dan berkontribusi secara optimal bagi perekonomian Indonesia. Perkembangan akad telah menjelma menjadi produk-produk perbankan yang dibangun diatas asas-asassyari’ah yangfundamental, asas maslahah, asas taysir (kemudahan), takhfif (keringanan), dan adamul haraj (menghindari kesulitan), asas kebolehan, asas ‘adalah (keadilan), dan asas kerelaan. Beberapa akad dalam fiqh muamalah telah dikembangkan menjadi bentuk akad baru sesuai dengan jenis produk di perbankan syariah, seperti murabahah liamir bisy-syira, salam parallel, Ijarah Muntahiya’ bittamlik dan Musyarakah Mutanaqisyah. Secara garis besar produk perbankan Syariah dibedakan menjadi tiga bagian yakni: Produk penyaluran dana (financing), Produk penghimpunan dana (funding), dan Produk jasa (services). Ketiga segmen produk tersebut harus bersandar pada Undang undang Perbankan sebagai landasan hukum legal formal. Disamping itu, untuk operasionalnya harus berdasarkan prinsip syari’ah sebagai acuan kepatuhansyari’ah(syari’ah compliance) yang dalam hal ini dituangkan dan diterbitkan berupa fatwa dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Kedua, semua produk perbankan syariah di Indonesai wajib untuk mengikuti Fatwa DSN-MUI, sebagai satu-satunya lembaga yang mempunyai kewenangan mengeluarkan fatwa. Dalam menetapkan fatwa tersebut, DSN-MUI selalu mendasarkan istidlalnya pada Al-Qur’an,Sunnah, Ijma’, Qiyas, kaidah-kaidah fiqh dan beberapa pendapat ulama klasik dan kontemporer. Pola yang telah digunakan dalam menetapkan fatwa yang berkaitan dengan produk perbankan Syariah telah mengalami pengembangan melalui muqaranah (perbandingan hukum dari berbagai mazhab) dan tarjih (penetapan hukum melalui dalil yang lebih kuat). Pola pengembangan akad yang dilakukan dengan penyesuaian akad (takyîf al-fiqh). Bentuk akad yang ditawarkan lembaga perbankan syariah dicarikan padanannya dengan akad yang disediakan dalam fiqh klasik. Untuk proses tersebut seringkali menggunakan kombinasi beberapa akad karena kompleksitas transaksi di perbankan syari’ah sehingga semakin berkembang dengan menggunakan multi akad (al-uqud al-murakkabah).
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih > Bank Islam Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Doktor > Hukum Islam |
| Depositing User: | Zulfitri Zulfitri |
| Date Deposited: | 06 Nov 2026 16:45 |
| Last Modified: | 06 Nov 2026 16:45 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/37290 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
