Wajah Arab Pra Islam Dalam Hukum Kewarisan Sunni

Nelli, Fitra (2020) Wajah Arab Pra Islam Dalam Hukum Kewarisan Sunni. Doctoral thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover - Daftar Isi)
Disertasi Fitra Nelli untuk CD-1-22.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab I)
Disertasi Fitra Nelli untuk CD-23-56.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab III)
Disertasi Fitra Nelli untuk CD-109-142.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab VI - Daftar Pustaka)
Disertasi Fitra Nelli untuk CD-285-289.pdf - Published Version

Download (967kB)
[img] Text (Fulltext)
Disertasi Fitra Nelli untuk CD.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Secara normatif mengenai kewarisan telah dijelaskan Allah dalam al-Qur‟an maupun Hadits secara detil, termasuk siapa saja ahli waris dan haknya masing-masing. Idealnya dalam penerapan pembagian warisan itu, seharusnya tidak ada masalah dan perbedaan. Namun, ternyata dalam tahap aplikatif, muncul masalah dan perbedaan pendapat di kalangan ulama, disebabkan karena pengaruh kebahasaan dan pengaruh „adat. Misalnya dalam kasus gharawain, ketika bagian ibu sebagai dzu al-furud mendapat 1/3, sedangkan ayah hanya menerima 1/6 sebagai „ashabah. Hal ini dianggap janggal dalam tradisi Arab, karena ibu, seorang perempuan mendapat lebih banyak dari ayah, seorang laki-laki. Lalu Umar berijtihad dan hasilnya ayah mendapat bagian dua kali bagian ibu, yaitu 2/6, sedangkan ibu mendapat 1/6. Di sini terkesan bahwa tradisi Arab pra Islam berpengaruh terhadap ijtihad ulama, khususnya kelompok Sunni. Beranjak dari itu kajian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dominasi sistem kekerabatan Arab pra Islam terhadap sistem kewarisan Sunni, mengetahui pengaruh tradisi Arab pra Islam terhadap penyelesaian masalah-masalah kewarisan menurut Ulama Sunni dan bagaimana tradisi Arab pra Islam sebagai ’urf dalam hukum kewarisan Sunni Dalam upaya memperoleh data dan rumusan yang jelas dalam menjawab semua permasalahan dalam penelitian ini, maka digunakan penelitian kepustakaan (library research). Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara mengumpulkan data melalui telaahan bahan-bahan kepustakaan yang relevan dengan masalah yang dibahas. Penelitian ini dapat juga dikategorikan sebagai penelitian normatif dalam bidang fiqih, dengan mengkaji hukum kewarisan Islam dalam Al Quran dan hadis sebagai sumber hukum utama dan mengkaji hasil ijtihad ulama Sunni dalam masalah waris. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sejarah (historical approach) dan pendekatan kasus ( case approach). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder data sekunder terdiri dari Bahan hukum primer bahan hukum sekunder dan tersier. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi yaitu mengkaji menelaah dan mencatat semua informasi yang diperoleh dari berbagai dokumen tertulis baik yang primer maupun sekunder. Hasil telaah itu dicatat dalam komputer sebagai alat bantu pengumpulan data. Setelah proses pengumpulan data selesai, dilakukan proses reduksi seleksi data, kemudian proses deskripsi yakni menyusun data itu menjadi sebuah teks naratif. Setelah data yang dibutuhkan terkumpul lalu dianalisa dengan cara menghubungkan dari apa yang diperoleh dari suatu proses kerja sejak awal. Hal ini ditujukan untuk memahami data yang terkumpul dari sumber, untuk menjawab pertanyaan penelitian dengan menggunakan kerangka berpikir komparatif, deduktif dan induktif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: 1) bentuk dominasi sistem kekerabatan Arab pra Islam terhadap sistem kewarisan Sunni dapat dilihat dalam pemahaman ulama Sunni terhadap makna walad dalam surah al-Nisa‟ ayat 11.12 dan 176, tentang perluasan makna anak (ibnu), tentang kewarisan kakek, tentang saudara-saudara yang terdapat dalam surah al-Nisa‟ ayat 12 dan 176, tentang ashabah serta tentang dzu al-arham. Di mana pemahaman ulama Sunni terhadap masalah tersebut sangat dipengaruhi oleh „urf atau kondisi sosial dan budaya yang berlaku di Jazirah Arab pada waktu itu yang bercorak patrilineal dan dominasi laki-laki yang sangat kental. 2) Pengaruh tradisi Arab pra Islam terhadap penyelesaian masalah-masalah kewarisan Islam menurut golongan Sunni (Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah) terlihat sangat dominan. 3 Kebijakan atau ijtihad para sahabat dalam menyelesaiakan masalah kewarisan, terkesan keluar dari teks nash, namun diakomodir oleh „adat atau „urf masyarakat Arab waktu itu, membuktikan bahwa „adat atau „urf itu dapat dijadikan sandaran atau dalil dalam menetapkan hukum. Hal ini membuktikan bahwa kaidah fiqh yang berbunyi “ العدة محك “ , berlaku dalam hukum kewarisan Sunni.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih > Hukum Waris Islam
Divisions: Program Pascasarjana > Program Doktor > Hukum Islam
Depositing User: Zulfitri Zulfitri
Date Deposited: 04 Nov 2026 14:39
Last Modified: 04 Nov 2026 14:39
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/37280

Actions (login required)

View Item View Item