Arzam, Arzam (2020) Analisis Putusan Pengadilan Agama Kelas Ii Sungai Penuh Tentang Perceraian Sebagai Akibat Perselingkuhan. Doctoral thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
Disertasi Arzam cover- daftar isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Bab I)
Disertasi Arzam Bab 1.pdf - Published Version Download (981kB) |
|
|
Text (Bab III)
Disertasi Arzam bab 3.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Bab VI - Daftar Pustaka)
Disertasi Arzam bab 6 - dapus.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Fulltext)
Disertasi Arzam lengkap untuk CD.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (9MB) |
Abstract
Pokok masalah dalam penelitian ini adalah analisis terhadap putusan Pengadilan Agama Sungai Penuh tentang Perceraian Akibat Perselingkuhan. Terhadap persoalan ini. Submasalahnya terdiri dari: Bagaimana proses penyelesaian perkara perceraian sebagai akibat perselingkuhan, bagaimana pendapat masyarakat Sungai Penuh dan Kerinci serta bagaimana analisis putusan di Pengadilan Agama kelas II B Sungai Penuh tenang perceraian sebagai akibat perselingkuhan. Penelitian ini menggabungkan metode penelitian pustaka (library research) dan lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian pustaka berupa menelaah dokumen-dokumen putusan Pengadilan Agama Sungai Penuh dalam perkara perceraian yang difokuskan pada kasus perceraian berlatar perselingkuhan. Penelitian lapangan berupa menggali respon atau tanggapan masyarakat terhadap isu seputar perceraian berlatar perselingkuhan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penarikan kesimpulan secara induksi, mengenai Analisis Putusan Pengadilan Agama Sungai Penuh tentang Perceraian dan Tanggapan Masyarakat terhadapnya. Penelitian ini menunjukkan, dari 61 putusan, 7 putusan dalam perkaranya diakibatkan oleh adanya latar belakang perselingkuhan, Dalam 7 perkara tersebut Pengadilan Agama Kela II Sungai Penuh telah menjalankan sidang seusi dengan konpetensinya dan para hakim Pengadilan Agama Sungai Penuh melihat ketujuh perkara ini dari sisi adanya pertengkaran suami-istri yang diperkirakan tidak mungkin lagi diperbaiki sebagai akibat dari adanya perselingkuhan diantara suami istri, sebagaimana dalam pasal 19 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan pasal 116 Kompilasi Hukum Islam (KHI). Unsur lain dalam pengajuan perceraian berupa perselingkuhan bahkan perzinaan, tidak dibuktikan dalam persidangan karena memang bukan kompetensi Pengadilan Agama. Walaupun dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama ada mekanisme li’an untuk penyelesaian kasus dengan tuduhan perselingkuhan atau perzinaan ini. Pada Umumnya masyarakat Sungai Penuh dan Kerinci memandang bahwa berdasarkan peraturan perundang-undangan, putusan Pengadilan Agama sudah sangat tepat. Namun juga berharap agar lebih mengedepankan dasar-dasar agama dalam mengambil keputusan. Hal ini karena kehidupan dan adat masyarakat Sungai Penuh dan Kerinci sangan kental dengan syari’at Islam.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keputusan Pengadilan Agama, Perceraian karena perselingkuhan |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Doktor > Hukum Islam |
| Depositing User: | Zulfitri Zulfitri |
| Date Deposited: | 04 Nov 2026 08:13 |
| Last Modified: | 04 Nov 2026 08:13 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/37277 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
