Pergeseran Fikih Muhammadiyah Dalam Perspektif Sosiologi Hukum Islam

Bachtiar, Bachtiar (2018) Pergeseran Fikih Muhammadiyah Dalam Perspektif Sosiologi Hukum Islam. Doctoral thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol.

[img] Text (Cover - Daftar isi)
ilovepdf_merged (1).pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (533kB)
[img] Text (Bab III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (595kB)
[img] Text (Bab V - Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka_merged.pdf - Published Version

Download (581kB)
[img] Text (Fulltext)
Disertasi Lengkap.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Pergeseran dan perubahan hukum terjadi sejalan derasnya perubahan sosial. Secara empiris juga terjadi pada putusan dan fatwa Tarjih Muhammadiyah. Sejak majelis ini melaksanakan musyawarah Tarjih pertama (sidang khususi Tarjih) tahun 1929 hingga tahun 2014 (Musyawarah Nasional Tarjih) telah melahirkan keputusan sebanyak 80 masalah dan dalam bentuk fatwa 119 masalah. Produk pemikiran hukum dalam bentuk keputusan dan fatwa dimaksud tujuh di antaranya telah mengalami pergeseran. Enam di antara pergeseran tersebut mengalami resistensi terhadap umat Islam di luar Muhammadiyah, yaitu qunūt setiap Subuh, mikat makāni dalam haji dan umrah, penentuan awal bulan kamariah, bunga bank, peran perempuan pada ranah publik dan merokok. Sedangkan satu lagi ditujukan kepada internal Muhammadiyah, yaitu gambar dan memasang poto Ahmad Dahlan di kantor-kantor Muhammadiyah. Perubahan keputusan dan fatwa dalam masalah-masalah tersebut merupakan jawaban terhadap perubahan sosial dan konsekuensi logis terhadap pemilihan corak yang bersifat tajdid dalam pergumulan pemahaman teks nash dan respon terhadap perubahan sosial meskipun ada pihak yang memandang perubahan itu bernuansa liberal dan bahkan prematur. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Pertama, aspek-aspek apa saja yang bergeser pada fikih Muhammadiyah? Kedua, metode apa yang digunakan Majelis Tarjih Muhammadiyah dalam berijtihad sehingga terjadi pergeseran? Ketiga, kenapa terjadi pergeseran pada fikih Muhammadiyah dalam perspektif sosiologi hukum Islam? Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan memanfaatkan sumber sumber perpustakaan dan wawancara. Studi pustaka seluruh substansinya bersifat olahan filosofik atau teoritik dengan memanfaatkan secara maksimal bahan literatur yang menjadi sumber data penelitian baik data primer maupun data sekunder. Selain melakukan kajian pustaka, penelitian ini juga mengumpulkan keterangan dan penjelasan lisan dari anggota Tarjih atau tokoh Muhammadiyah yang dipandang mengetahui tentang gejala sosial sebelum, sedang dan sesudah terbitnya keputusan dan fatwa Tarjih. Setelah proses pengumpulan data selesai dilakukan seleksi data, pengelompokan data dan deskripsi data. Selanjutnya data tersebut dianalisis secara kualitatif untuk mendapatkan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, pergeseran fikih Muhammadiyah terjadi pada aspek purifikasi dan dinamisasi. Pada aspek purifikasi perubahan putusan dan fatwa terjadi untuk memelihara ajaran Islam dengan mengembalikan, memurnikan dan membersihkan kembali dari pengaruh praktik, budaya maupun keyakinan lainnya kepada dasar dan sumber ajaran Islam, yaitu Alquran dan sunnah. Patokannya didasarkan pada dalil yang dinilai lebih kuat. Pada bidang ini perubahan putusan terjadi pada kunut dari tuntutan membaca ke tidak membaca lagi. Selain itu, dalam aspek purifikasi ditemukan pula adanya ruang tertentu yang terbuka untuk berijtihad. Dalam hal itu perubahan putusan Tarjih terjadi pada mīqāt makāni dari Yalamlam ke Bandara King Abdul Aziz dan penentuan awal bulan kamariah dari rukyat ke hisab. Sedangkan pada aspek dinamisasi pergeserannya terjadi pada bidang muamalat. Aspek ini merupakan penafsiran dan perwujudan terhadap kebutuhan dan kemaslahatan sebagai tujuan hukum syarak dengan menggunakan ijtihad yang meliputi sosial, politik, ekonomi dan budaya. Perubahan pada aspek ini terjadi pada fatwa merokok dari boleh menjadi haram, bunga bank dari boleh menjadi haram dan peran perempuan pada ranah publik dari tidak boleh menjadi boleh. Kedua, metode yang digunakan oleh Majelis Tarjih terhadap perubahan keputusan dan fatwa adalah metode bayāni, istihsāni dan istishlāhi. Ketiga metode ini diupayakan dalam penerapannya saling menopang satu sama lainnya baik pada aspek purifikasi maupun dinamisasi. Pada aspek purifikasi metode ini diterapkan dengan mengacu kepada prinsip validitas dalil, sedangkan aspek dinamisasi selain validitas dalil juga berbasis pada tujuan hukum syarak. Ketiga, terjadinya pergeseran putusan dan fatwa baik dalam aspek purifikasi maupun dinamisasi disegi istinbāth hukum disebabkan oleh faktor penyesuaian dengan temuan hadis, penemuan illat dan kemaslahatan. Sedangkan secara sosiologis dipengaruhi oleh faktor penyesuaian dengan tempat, perkembangan dan kemajuan teknologi, perbedaan geografis dan kependudukan, habitat fisik, adaptasi dengan struktur masyarakat dan kebudayaan, waktu, keadaan, adat dan psikologis tokoh yang bergabung dalam Majelis Tarjih.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih
Divisions: Program Pascasarjana > Program Doktor > Hukum Islam
Depositing User: Pustakawan Perpus Pusat Pustakawan
Date Deposited: 03 Nov 2026 08:21
Last Modified: 03 Nov 2026 08:21
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/37275

Actions (login required)

View Item View Item