Jundi, Nisa Mutmainnah Al (2026) Ghaḍḍul Baṣar dalam Surah an-Nūr Ayat 30-31 (Studi Komparatif Penafsiran Hamka dan Quraish Shihab). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
cover dan Daftar isi.pdf - Published Version Download (843kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf - Published Version Download (391kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB 3.pdf - Published Version Download (169kB) |
|
|
Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB 5.pdf - Published Version Download (192kB) |
|
|
Text (Full Text)
fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Skripsi ini Ghaḍḍul Baṣar dalam Surah an-Nūr Ayat 30-31 (Studi Komparatif Penafsiran Hamka dan Quraish Shihab). Ditulis oleh Nisa Mutmainnah Al Jundi, NIM. 2215050026. Mahasiswa Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang. Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya degradasi moral dan pergaulan bebas di era modern yang salah satunya diakibatkan oleh lemahnya pengendalian pandangan (ghaḍḍul baṣar). Pandangan mata sering kali menjadi pintu awal masuknya rangsangan syahwat yang berujung pada perbuatan menyimpang di ruang publik. QS. an-Nūr ayat 30-31 hadir sebagai landasan teoretis dan normatif yang memerintahkan laki-laki dan perempuan beriman untuk menahan pandangan serta menjaga kehormatan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran ghaḍḍul baṣar menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dan Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah, menganalisis persamaan dan perbedaannya, serta mengkaji relevansinya terhadap upaya menjaga kesucian diri (iffah) dan akhlak di ruang publik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer yang digunakan adalah kitab Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dan Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, serta didukung oleh literatur lain yang berkaitan dengan fokus penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi yaitu pengumpulan data melalui penelusuran berbagai sumber tertulis yang berkaitan langsung dengan fokus kajian, yang kemudian dianalisis menggunakan metode tafsir mauḍū’ī yang diadaptasi secara selektif dan metode muqāran (komparatif). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, Hamka memaknai ghaḍḍul baṣar sebagai perintah pengendalian dan pemalingan pandangan dari sesuatu yang diharamkan untuk mencegah syahwat berdasarkan kesadaran batin yang setara, sementara Quraish Shihab memandangnya sebagai pembatasan intensitas dan arah pandangan melalui pendekatan bahasa demi menjaga fungsi penglihatan dalam koridor etika yang objektif. Kedua, melalui analisis komparatif, persamaan kedua mufasir terletak pada pandangan bahwa ghaḍḍul baṣar adalah bentuk pengendalian diri yang proporsional dan berlaku setara, sedangkan perbedaannya berakar dari latar belakang sosio-intelektual, Hamka menekankan kritik moral batiniah bernuansa sosiokultural Nusantara dan Quraish Shihab menonjolkan ketelitian struktural bahasa (balāghah). Ketiga, relevansi penafsiran kedua tokoh menghadirkan hikmah dan dampak krusial sebagai solusi preventif dalam membentengi moralitas, yang pada akhirnya bermuara pada tujuan akhir menjaga kesucian diri (iffah) dan akhlak di ruang publik agar tercipta tatanan interaksi sosial yang sehat dan bermartabat. Kata Kunci: Ghaḍḍul Baṣar, Surah An-Nūr Ayat 30-31, Studi Komparatif, Hamka, Quraish Shihab, Iffah, Ruang Publik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ghaḍḍul Baṣar, Surah An-Nūr Ayat 30-31, Studi Komparatif, Hamka, Quraish Shihab, Iffah, Ruang Publik. |
| Subjects: | Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 15:37 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 15:37 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/36834 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
