Makna al-Qur’an surah al-A’raf ayat 56 (Analisis Ma’na Cum Maghza)

Afif, Wajdil (2026) Makna al-Qur’an surah al-A’raf ayat 56 (Analisis Ma’na Cum Maghza). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover DLL)
Cover DLL.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (683kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (311kB)
[img] Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB V dan DAftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (368kB)
[img] Text (Fulltext)
WAJDIL AFIF_Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini membahas konsep fasad dalam QS. al-A’raf ayat 56 dengan menggunakan teori ma’na cum maghza. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami konsep fasad dalam al-Qur’an yang tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik, tetapi juga mencakup berbagai tindakan yang menghilangkan kemaslahatan dan merusak keseimbangan kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna historis (al-ma’na al-tarikhi), signifikansi fenomenal historis (al-maghza al-tarikhi), dan signifikansi fenomenal dinamis (al-maghza al-mutaharrik al-mu’asir) dalam QS. al-A’raf ayat 56. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data penelitian ini terdiri dari sumber primer dan sumber sekunder yang di peroleh dari al-Qur’an, kitab-kitab tafsir, kamus bahasa Arab klasik, buku, jurnal, dan berbagai sumber yang berkaitan dengan penelitian. Analisis di lakukan melalui analisis linguistik, intratekstualitas, intertekstualitas, serta konteks historis untuk memperoleh makna dan signifikansi ayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ma’na al-tarikhi QS. al-A’raf ayat 56 adalah larangan melakukan kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya. Fasad berkaitan dengan tindakan manusia yang menyebabkan kerusakan terhadap kehidupan dan lingkungan, sedangkan al-muhsinin merupakan orang-orang yang berbuat baik dan menjaga kemaslahatan. Al-maghza al-tarikhi menunjukkan bahwa larangan melakukan fasad merupakan bentuk ketegasan terhadap segala tindakan yang menyebabkan kerusakan setelah adanya perbaikan. Adapun al-maghza al-mutaharrik al-mu’asir menunjukkan bahwa konsep fasad tetap relevan dalam kehidupan kontemporer, terutama dalam persoalan kerusakan lingkungan, tidak adilan sosial, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, serta penggunaan teknologi secara tidak etis. Dengan demikian, konsep fasad tidak hanya menjadi peringatan terhadap perilaku destruktif, tetapi juga menjadi landasan moral untuk menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia, dan alam semesta. Pendekatan ini digunakan untuk menghubungkan makna ayat pada masa pewahyuan dengan persoalan kehidupan masa kini. Analisis historis membantu memahami makna kata fasad, konteka ayat, serta pesan moral yang terkandung di dalamnya. Sementara itu, analisis dinamis digunakan untuk mengaktualisasikan pesan tersebut dalam upaya menjaga lingkungan, membangun kehidupan soaial yang adil, dan menghindari berbagai tindakan yang menimbulkan kerusakan berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Fasad, QS. al-A’raf ayat 56, Ma’na Cum Maghza, Kerusakan, Lingkungan.
Subjects: Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 02 Oct 2026 03:40
Last Modified: 02 Oct 2026 03:40
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/36722

Actions (login required)

View Item View Item