Andrea, Vellan (2026) Makna Iḥsān dalam Qs. An-Nisā’ ayat 36 (analisis pendekatan Ma’na Cum Maghza). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (642kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (452kB) |
|
|
Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (660kB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji makna Iḥsān dalam QS. An-Nisā’ ayat 36 menggunakan pendekatan ma’na cum maghza. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kompleksitas makna Iḥsān yang sering dipahami secara sempit atau literalistik, sehingga diperlukan pembacaan ulang yang tidak hanya akurat secara kebahasaan, tetapi juga relevan dengan konteks sosial kontemporer, khususnya terkait isu relasi keluarga dan kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna historis (al-ma’na al-tārīkhī), menjelaskan signifikansi fenomenal historis (al-maghza al-tārīkhī), dan menjelaskan signifikansi fenomenal dinamis (al-maghza al-mutaḥarrik al-Mu‘āṣir) dari Iḥsān dalam ayat tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), menggunakan data primer berupa Al-Qur’an, kamus-kamus Arab klasik (Lisān al-‘Arab, Al-Mufradāt fī Gharīb al-Qur’ān), serta kitab tafsir klasik dan kontemporer (Tafsir Ibn Kaṡīr, Tafsir Ath-Ṭabarī, dan Tafsir Al-Misbah), yang dianalisis melalui tiga tahapan sesuai kerangka teori ma’na cum maghza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara historis, Iḥsān bermakna lawan dari keburukan yang mencakup berbuat baik kepada pihak lain sekaligus menyempurnakan kualitas suatu perbuatan, dengan kedudukan khusus terhadap kedua orang tua yang diperkuat oleh hadis-hadis sahih. Secara fenomenal historis, ayat ini merupakan respons atas krisis sosial masyarakat Madinah pasca Perang Uhud. Adapun secara fenomenal dinamis, pesan Iḥsān tetap relevan diaktualisasikan dalam lima aspek kehidupan kontemporer, yaitu spiritual, keluarga, sosial-kemanusiaan, ketetanggaan/komunitas (termasuk “tetangga digital”), dan ketenagakerjaan. Penelitian ini menegaskan bahwa Iḥsān merupakan prinsip etis-sosial yang berlaku universal, dari relasi terdekat hingga pihak paling rentan secara struktural.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Iḥsān, QS. An-Nisā’ Ayat 36, Ma’na Cum Maghza |
| Subjects: | Agama Islam > Akhlak Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 03:07 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 03:07 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/36698 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
