Tradisi Malamang Sebagai Sumber Belajar IPS Di SMPN 1 2x11 Enam Lingkung Padang Pariaman

Dianti, Zilyan Rama (2026) Tradisi Malamang Sebagai Sumber Belajar IPS Di SMPN 1 2x11 Enam Lingkung Padang Pariaman. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER-DAFTAR ISI)
SKRIPSI_ZILYAN_RAMA_DIANTI_NIM2214090044_COVER-DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (942kB)
[img] Text (BAB I)
SKRIPSI_ZILYAN_RAMA_DIANTI_NIM2214090044_BAB I.pdf - Published Version

Download (403kB)
[img] Text (BAB III)
SKRIPSI_ZILYAN_RAMA_DIANTI_NIM2214090044_BAB III.pdf - Published Version

Download (502kB)
[img] Text (BAB V-DAFTAR PUSTAKA)
SKRIPSI_ZILYAN_RAMA_DIANTI_NIM2214090044_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (509kB)
[img] Text (FULLTEXT)
SKRIPSI_ZILYAN_RAMA_DIANTI_NIM2214090044_FULLTEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana tradisi Malamang dimaknai, sebagai sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini mengkaji integrasi tradisi Malamang sebagai sumber belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMPN 1 2X11 Enam Lingkung, Padang Pariaman. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya literasi budaya siswa yang cenderung lebih mengenal budaya populer modern ketimbang makna filosofis dan nilai-nilai sosial tradisi lokalnya. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini berfokus pada pemahaman nilai-nilai sosial siswa yang terkandung dalam tradisi Malamang. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tradisi Malamang adalah tradisi membuat lamang dengan cara memasukan beras ketan dan santan kedalam wadah bambu yang dialasi daun pisang lalu dibakar dengan bara api, tradisi malamang bukan sekadar kegiatan kuliner, melainkan fenomena sosial-budaya yang kaya akan nilai gotong royong, musyawarah, ketaatan, kesabaran, kedisiplinan, serta pelestarian budaya. 2) Tradisi malamang bisa dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS dengan cara praktek lapangan atau media pembelajaran yang dilakukan di lapangan. 3) Menggunakan tradisi malamang sebagai sumber belajar IPS terbukti menghidupkan pembelajaran kontekstual, sehingga siswa dapat menghubungkan konsep sosiologi abstrak dengan pengalaman nyata, meskipun unggul dalam kelebihan memanfaatkan tradisi melamang juga memiliki kekurangan seperti keterbatasan waktu dan logistik untuk praktik langsung di sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa pentingnya nilai sosial yang ada di dalam tradisi malamang kepada siswa dalam mendukung keberhasilan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPS serta mewariskan nilai-nilai sosial yang ada di dalam tradisi malamang. Manfaat pedagogisnya tetap dapat dimaksimalkan melalui pembelajaran berbasis proyek atau penggunaan media audio-visual guna menanamkan nilai-nilai luhur Minangkabau secara bermakna. Kata Kunci: Tradisi Malamang, Pembelajaran IPS, Sumber Belajar Kontekstual, Kearifan Lokal, Nilai Sosial

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Tradisi Malamang, Pembelajaran IPS, Sumber Belajar Kontekstual, Kearifan Lokal, Nilai Sosial
Subjects: Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > 370 Pendidikan > Guru dan Aktivitas Pembelajaran
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Tadris > Tadris IPS
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 02 Oct 2026 00:51
Last Modified: 02 Oct 2026 00:52
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/36643

Actions (login required)

View Item View Item