Apriyanti, Eldira (2026) Aulim walau bi syatin: Implementasi hadis walimatul 'ursy pada masyarakat Nagari Paninggahan Solok. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER-DAFTAR ISI)
COVER-DAFTAR ISI,.pdf - Published Version Download (895kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (466kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (291kB) |
|
|
Text (BAB V-DAFTAR PUSTAKA)
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (307kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya biaya pernikahan pada masyarakat kontemporer yang cenderung bertentangan dengan prinsip kesederhanaan walimah sebagaimana diajarkan dalam hadis "aulim walau bi syaatin" (HR. Bukhari), serta belum adanya kajian yang secara khusus menghubungkan hadis tersebut dengan praktik tradisi baralek di Nagari Paninggahan. Penelitian ini bertujuan mengkaji transmisi, pemahaman, dan praktik hadis walimatul 'ursy dalam tradisi baralek dengan menggunakan pendekatan living hadis. Metode penelitian yang digunakan kualitatif merupakan lapangan (field research), dengan sumber data primer diperoleh dari observasi dan wawancara semi-terstruktur kepada informan yang terdiri dari tokoh agama, pemangku adat, dan masyarakat Nagari Paninggahan, serta sumber data sekunder berupa kitab hadis, kitab syarah, dan literatur pendukung terkait walimatul 'ursy dan tradisi baralek. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa asal-usul hadis berlangsung secara kultural melalui keluarga, pengajian, dan pendidikan agama formal, tanpa selalu disertai hafalan redaksi hadis secara lengkap. Pemahaman masyarakat terhadap hadis bervariasi sesuai latar belakang informan, namun secara umum menekankan bahwa walimah merupakan wujud syukur dan pengumuman pernikahan yang dilaksanakan sesuai kemampuan ekonomi, bukan berdasarkan ukuran hidangan tertentu. Adapun praktiknya terwujud dalam tiga bentuk, yaitu mando'a sebagai bentuk paling sederhana, jamuan seekor kambing yang paling dekat dengan redaksi hadis, serta baralek gadang dengan menyembelih sapi atau kerbau sebagai bentuk yang paling umum dan cenderung meningkat, yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi keluarga, tuntutan adat, dan gengsi sosial. Kata Kunci: living hadis, nagari paninggahan, tradisi baralek, walimatul 'ursy
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | living hadis, nagari paninggahan, tradisi baralek, walimatul 'ursy |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih > Perkawinan, Pernikahan D History General and Old World > D History (General) |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Hadis |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 01 Oct 2026 08:57 |
| Last Modified: | 01 Oct 2026 08:57 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/36557 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
