Santika, Nurani (2026) Pemahaman hadis tentang doa anak yang shaleh dalam tradisi khataman tujuh hari pada masyarakat Limbur Baru Bungo Jambi. Skripsi thesis, Univeritas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar Isi)
DAFTAR ISIII(Autosaved).pdf - Published Version Download (797kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I SKRIPSI WATERMARK.pdf - Published Version Download (762kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III SKRIPSI WATERMSRK.pdf - Published Version Download (273kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V WATERMARK.pdf - Published Version Download (521kB) |
|
|
Text (File Full Text)
FULL TEXT SKRIPSI NURANI SANTIKAA.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas pemahaman hadis tentang doa anak yang saleh dalam tradisi khataman tujuh hari di rumah duka pada masyarakat Limbur Baru yang masih dilaksanakan secara turun-temurun ketika terdapat masyarakat yang meninggal dunia. Tradisi ini dipahami sebagai salah satu bentuk doa bagi orang yang telah meninggal, meskipun tidak terdapat hadis yang secara khusus menjelaskan pelaksanaan khataman Al-Qur’an selama tujuh hari bagi orang yang meninggal dunia. Pemahaman masyarakat terhadap tradisi tersebut berkaitan dengan hadis tentang doa anak yang saleh bagi orang yang telah meninggal serta dipahami melalui qiyas terhadap amalan yang dapat memberikan manfaat bagi orang yang telah meninggal dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dari mana masyarakat Limbur Baru mengetahui hadis tentang doa anak yang saleh, bagaimana masyarakat memahami hadis tersebut, serta bagaimana pelaksanaan tradisi khataman tujuh hari di rumah duka. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Limbur Baru mengetahui hadis tentang doa anak yang saleh melalui pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun dari orang tua, guru, tokoh agama, dan masyarakat. Hadis tersebut dipahami sebagai dasar bahwa doa dari orang yang masih hidup dapat memberikan manfaat bagi orang yang telah meninggal dunia, kemudian pemahaman tersebut diterapkan dalam tradisi khataman Al-Qur’an tujuh hari di rumah duka. Sejarah tradisi ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat terdahulu dalam mendoakan orang yang telah meninggal, yang pada awalnya dilakukan oleh para murid kepada guru mereka yang telah meninggal dunia, kemudian berkembang menjadi tradisi masyarakat ketika terdapat anggota masyarakat yang meninggal dunia. Pelaksanaan tradisi dimulai sejak malam pertama dan berlangsung selama tujuh malam berturut-turut, dengan kegiatan pembacaan Surah Yasin, salat berjamaah, pembacaan Al-Qur’an sesuai pembagian juz, tahlil, takhtim, dan doa khatam Al-Qur’an pada malam ketujuh. Makna tradisi berdasarkan teori fenomenologi Alfred Schutz terbagi menjadi because of motive dan in order to motive. Because of motive meliputi kebiasaan yang diwariskan dari masyarakat terdahulu, keinginan mendoakan orang yang meninggal, pemahaman tentang kematian, dan kebiasaan sosial masyarakat. Adapun in order to motive meliputi tujuan mendoakan orang yang meninggal, mengharapkan kebaikan dan keringanan bagi si mayit di alam kubur, mengingat kematian, serta menjaga dan memperlancar bacaan Al-Qur’an. Kata kunci: pemahaman hadis, doa anak yang saleh, khataman tujuh hari.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pemahaman hadis, doa anak yang saleh, khataman tujuh hari. |
| Subjects: | Agama Islam > Hadis dan Ilmu Berkaitan Agama Islam > Akhlak > Akhlak Berdasarkan Aqli Agama Islam > Hadis dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Hadits |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Hadis |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 08:16 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 08:16 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/36176 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
