Adipati, Imam Putra (2026) Implementasi Penataan Sempadan Sungai Pasca Galodo Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Perspektif Siyasah Tanfidziyah (Studi Kasus di Nagari Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER - DAFTAR ISI)
COVER - DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (440kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V - DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (321kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
FULL TEXT SKRIPSI.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (12MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan kondisi wilayah Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, yang mengalami dampak masif akibat bencana galodo dan banjir susulan berulang, serta adanya tantangan dalam menyelaraskan ketentuan normatif Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) mengenai kawasan sempadan sungai dengan realitas empiris di lapangan. Fokus penelitian ini adalah menganalisis efektivitas, faktor penghambat dan pendukung, serta tinjauan implementasi penataan kawasan sempadan sungai dalam kerangka hukum tata ruang dan eksekutif Islam (Siyasah Tanfidziyah). Pendekatan yang digunakan adalah yuridis empiris (kualitatif) dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam bersama pemangku kepentingan (DPUPTR, BPBD, Pemerintah Nagari, KAN, dan tokoh masyarakat) serta observasi lapangan di Nagari Sungai Batang, yang didukung oleh data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan dokumen resmi kebencanaan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji menggunakan teori implementasi kebijakan publik dan pisau analisis Siyasah Tanfidziyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penataan kawasan sempadan sungai di Nagari Sungai Batang menghadapi berbagai tantangan struktural dan teknis. Secara operasional, penataan terkendala oleh proses penetapan garis sempadan yang membutuhkan koordinasi lintas instansi dengan pemerintah pusat, keterbatasan sumber daya dan fiskal daerah dalam penanganan darurat maupun permanen, serta kompleksitas penataan ruang yang bersinggungan langsung dengan hak atas tanah ulayat dan kebutuhan penghidupan masyarakat terdampak. Kendati demikian, sinergi melalui intervensi pusat serta dukungan kearifan lokal masyarakat menjadi modal penting dalam pemulihan wilayah. Ditinjau dari perspektif Siyasah Tanfidziyah, upaya pemerintah daerah (Ulil Amri) dalam menjalankan kewajiban ri’ayah al-ra’iyyah senantiasa berproses untuk menyeimbangkan antara penegakan aturan tata ruang demi kemaslahatan bersama (jalb al-maslahah wa dar’ al-mafasid) dengan pemenuhan hak-hak dasar warga, meski dalam pelaksanaannya masih memerlukan optimalisasi pada aspek kecepatan penanganan infrastruktur, perluasan relokasi hunian tetap, serta penguatan pengawasan partisipatif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Penataan Sempadan Sungai, Mitigasi Bencana, Perda RTRW, Siyasah Tanfidziyah. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih > Hukum Ketatanegaraan Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Tata Negara |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 07:14 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 07:15 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/36002 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
