Rahmania, Nur (2026) Diaspora Masyarakat Minangkabau di Kota Batam Tahun 2010-2020. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER-DAFTAR ISI)
COVER-DAFTAR ISI REPOSITORY NUR RAHMANIA.pdf - Published Version Download (692kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I REPOSITORY NUR RAHMANIA.pdf - Published Version Download (789kB) |
|
|
Text (BAB IV-DAFTAR PUSTAKA)
BAB IV-DAFTAR PUSTAKA REPOSITORY NUR RAHMANIA.pdf - Published Version Download (469kB) |
|
|
Text (BAB I- BAB IV)
BAB I-BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis diaspora masyarakat Minangkabau di Kota Batam pada periode 2010-2020 dengan menggunakan metode penelitian sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, sintesis, dan historiografi, yang datanya diperoleh dari wawancara terhadap dua belas Narasumber (enam Generasi X dan enam Generasi Z) serta studi kepustakaan, dan dianalisis dengan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis kerangka cultural resilience (ketahanan budaya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa migrasi awal masyarakat Minangkabau ke Batam berlangsung sejak dekade 1970-an, bersamaan dengan penetapan Batam sebagai kawasan industri melalui Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 1973 dan diperkuat oleh berdirinya Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) pada tahun 1984, dengan pola migrasi yang bervariasi antara migrasi mandiri, berjejaring kekerabatan, dan melalui sektor informal. Pewarisan adat istiadat dari Generasi X kepada Generasi Z berlangsung secara selektif: nilai-nilai keislaman dalam filosofi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah bertahan kuat, sedangkan kefasihan berbahasa Minang melemah bertahap antargenerasi, dengan Generasi X berperan sebagai agen pewarisan melalui keluarga maupun organisasi seperti IKSB. Adapun pandangan Generasi Z terhadap kampung halaman bersifat beragam dan kondisional, dari pemaknaan administratif hingga emosional, dengan relevansinya sebagai tempat “pulang” ditentukan oleh keberadaan keluarga inti, sementara media sosial berperan penting sebagai sarana mengakses dan memaknai ulang warisan budaya leluhur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketahanan budaya komunitas diaspora Minangkabau di Batam tidak bergantung sepenuhnya pada transmisi langsung antargenerasi, melainkan juga ditopang oleh institusi sosial seperti IKSB dan media baru seperti media sosial yang memungkinkan generasi muda menegosiasikan ulang identitas budayanya secara mandiri.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Diaspora, Minangkabau, Batam, Pewarisan Adat, Generasi Z |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 900 Sejarah, Geografi, Biografi > Sejarah |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FAH |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 02:30 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 02:30 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35594 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
