Azlita, Umi (2026) Pembentukan Lembaga Kerapatan Alam Minangkabau (LKAAM) Tahun 1966-2000. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER)
COVER.pdf - Published Version Download (610kB) |
|
|
Text (BAB I)
Umi Azlita-2211020016-BAB I.pdf - Published Version Download (381kB) |
|
|
Text (bab iv-dapus)
Umi Azlita-2211020016-Bab IV-dapus.pdf - Published Version Download (296kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
Umi Azlita-2211020016-Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas tentang pembentukan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) pada tahun 1966-2000. Latar belakang penelitian ini adalah minimnya kajian tentang LKAAM dari sudut pandang Sejarah Peradaban Islam, di mana penelitian sebelumnya lebih banyak menyoroti peran politik LKAAM pada masa Orde Baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembentukan LKAAM, menganalisis peran dan fungsinya dalam masyarakat Minangkabau, serta menganalisis implementasi nilai-nilai Islam dalam falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dalam visi dan tujuan LKAAM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan empat tahapan, yaitu heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber primer diperoleh dari wawancara dengan Amril Amin, Ketua Harian LKAAM Sumatera Barat, dokumen Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) LKAAM, serta dokumen sejarah yang ditulis oleh H. Kamardi Rais Dt. P. Simulie. Sumber sekunder diperoleh dari buku, jurnal, skripsi, dan artikel berita yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKAAM lahir sebagai respons atas situasi sosial-politik pasca-Peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI) yang meninggalkan kekosongan kepemimpinan adat di Sumatera Barat setelah dibubarkannya Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM). Pembentukan LKAAM berawal dari inisiatif Panglima Komando Daerah Militer II/Sriwijaya, Letjen A.Y. Mokoginta, yang mengadakan pertemuan dengan para Ninik Mamak di Gedung Tri Arga, Bukittinggi, pada 17 Desember 1965. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk mengadakan Musyawarah Besar yang melahirkan LKAAM pada tanggal 18 Maret 1966 di Gedung Sasana Karya, Padang. LKAAM memiliki peran strategis dalam masyarakat Minangkabau, baik sebagai lembaga adat yang menjaga kelestarian adat maupun sebagai mitra pemerintah yang turut berperan dalam pemenangan Sekber Golkar pada Pemilu 1971. Hubungan LKAAM dengan Kerapatan Adat Nagari (KAN) bersifat koordinatif, bukan hierarkis. LKAAM juga berlandaskan pada falsafah ABS-SBK yang menempatkan syariat Islam sebagai landasan adat, yang tercermin dalam sinergi antara Ninik Mamak, Alim Ulama, dan Cadiak Pandai sebagai Tungku Tigo Sajarangan. Dengan demikian, LKAAM tidak hanya berperan sebagai lembaga adat, tetapi juga sebagai institusi yang menjaga identitas keislaman masyarakat Minangkabau di tengah perubahan zaman.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | LKAAM, pembentukan, peran, ABS-SBK, Minangkabau |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Sejarah Islam |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FAH |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 02:09 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 02:09 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35562 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
