Pemahaman hadis larangan perempuan bepergian tanpa mahram: Studi fiqh al-hadits perspektif Muhammad al-Ghazali

Sarah, Fristkya (2026) Pemahaman hadis larangan perempuan bepergian tanpa mahram: Studi fiqh al-hadits perspektif Muhammad al-Ghazali. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (HALAMAN AWAL)
HALAMAN AWAL.pdf - Published Version

Download (578kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (280kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (196kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (208kB)
[img] Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman hadis larangan perempuan bepergian tanpa mahram menurut Muhammad al-Ghazali serta mengetahui relevansinya terhadap mobilitas perempuan di era modern. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah studi Fiqh al-Hadīts dengan menggunakan metode pemahaman hadis Muhammad al-Ghazali. Data penelitian diperoleh dari hadis-hadis tentang larangan perempuan bepergian tanpa mahram, pemikiran Muhammad al-Ghazali dalam bukunya al-Sunnah al-Nabawiyyah baina Ahl al-Fiqh wa al-Hadīts, serta berbagai literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi pustaka, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Muhammad al-Ghazali memahami hadis larangan perempuan bepergian tanpa mahram tidak secara tekstual dan mutlak. Pemahaman dilakukan melalui empat metode pengujian, yaitu pengujian dengan al-Qur'an, hadis-hadis yang setema, fakta historis, dan kebenaran ilmiah. Berdasarkan analisis tersebut, dapat dipahami bahwa larangan dalam hadis tersebut tidak dimaksudkan untuk diterapkan secara mutlak. Tujuan utama hadis adalah menjaga keamanan, keselamatan, dan kehormatan perempuan, sedangkan keberadaan mahram merupakan salah satu sarana untuk mewujudkan tujuan tersebut. Dalam konteks era modern, ketika sarana transportasi, sistem keamanan, dan perlindungan sosial mengalami perkembangan, perempuan dapat melakukan perjalanan tanpa mahram selama keamanan, keselamatan, kehormatan, dan ketentuan syariat tetap diperhatikan. Dengan demikian, pemahaman Muhammad al-Ghazali terhadap hadis tersebut tetap relevan dengan kondisi perempuan di era modern melalui pendekatan yang kontekstual.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: hadis, perempuan, mahram, Fiqh al-Hadīts, Muhammad al-Ghazali
Subjects: Agama Islam > Hadis dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Hadits
Agama Islam > Sosial dan Budaya Islam > Kelompok Sosial dalam Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Hadis
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 28 Sep 2026 15:10
Last Modified: 28 Sep 2026 15:10
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35561

Actions (login required)

View Item View Item