Tinjauan 'Urf Terhadap Tradisi Marsipulut Pra Pernikahan Studi Analisis Di Desa Sorik Kecamatan Batang Angkola Tapanuli Selatan

Muslih, Muhammad Ahwan (2026) Tinjauan 'Urf Terhadap Tradisi Marsipulut Pra Pernikahan Studi Analisis Di Desa Sorik Kecamatan Batang Angkola Tapanuli Selatan. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER - DAFTAR ISI)
BAB I - DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (3MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (439kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (329kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (322kB)
[img] Text (Full Text)
Full Text Skripsi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Penulisan skripsi ini dilatar belakangi oleh pernikahan dalam masyarakat adat Tapanuli Selatan tidak terlepas dari tradisi lokal yang diwariskan secara turun-temurun, salah satunya adalah tradisi marsipulut di Desa Sorik, Kecamatan Batang Angkola. Tradisi ini dilaksanakan menjelang akad nikah sebagai wadah musyawarah Dalihan Natolu (mencakup mora, kahanggi, anak boru, dan harajaon). Selain sebagai sarana silaturahmi dan pengumuman pernikahan, tradisi ini melibatkan penyajian hidangan simbolis (ketan, kelapa, dan gula aren) yang mencerminkan nilai kebersamaan, keikhlasan, dan kerja sama (ta'awun). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan prosesi pelaksanaan tradisi marsipulut di Desa Sorik, (2) menganalisis ketentuan adat bagi masyarakat yang tidak melaksanakannya, serta (3) menganalisis tradisi tersebut berdasarkan tinjauan 'urf dalam hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan tradisi marsipulut melibatkan musyawarah kekerabatan Dalihan Natolu tiga hari sebelum akad nikah dengan menyajikan hidangan ketan (sipulut). Ketan melambangkan kelekatan/keterikatan hubungan keluarga, kelapa parut melambangkan ketulusan dan kerendahan hati, serta gula aren melambangkan kemanisan dalam rumah tangga. (2) Ketentuan adat menetapkan bahwa keluarga yang tidak melaksanakan tradisi marsipulut akan menerima konsekuensi hukum adat berupa larangan menggelar pesta pernikahan secara adat bagi keturunan (anak cucu) mereka kelak. (3) Ditinjau dari hukum Islam, tradisi marsipulut dikategorikan sebagai 'urf shahih (kebiasaan yang baik dan sah). Tradisi ini telah berulang, dikenal luas, dan diterima secara konsisten (al-'adatu muhakkamah) serta tidak bertentangan dengan Al-Qur'an maupun Hadis. Kegiatan ini selaras dengan ‘urf shahih dalam menjaga kehormatan serta memperkuat solidaritas sosial melalui prinsip ta'awun (tolong-menolong).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 29 Sep 2026 01:56
Last Modified: 29 Sep 2026 01:56
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35542

Actions (login required)

View Item View Item