Pola Migrasi Suku Minangkabau ke Tapanuli Bagian Selatan Pasca Perang Paderi (1838-1850)

Siregar, Rifki Syahnanda (2026) Pola Migrasi Suku Minangkabau ke Tapanuli Bagian Selatan Pasca Perang Paderi (1838-1850). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover dll)
RIFKI SYAHNANDA SIREGAR 2211020051 COVER.pdf - Published Version

Download (764kB)
[img] Text (BAB I)
BAB 1 RIFKI SYAHNANDA.pdf - Published Version

Download (348kB)
[img] Text (penutup)
RIFKI SYAHNANDA SIREGAR 2211020051 PENUTUP.pdf - Published Version

Download (280kB)
[img] Text (fulltext)
RIFKI SYAHNANDA SIREGAR 2211020051 FULL TEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini membahas Perang Padri yang berlangsung sejak awal abad ke-19 hingga berakhir pada tahun 1837 menimbulkan disintegrasi sosial, ketegangan politik, dan keterpurukan ekonomi di tanah Minangkabau, khususnya di wilayah Luhak nan Tigo, sehingga mendorong sebagian masyarakatnya merantau mencari wilayah yang lebih aman dan menjanjikan, salah satunya Tapanuli Bagian Selatan . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang dan faktor migrasi suku Minangkabau ke Tapanuli Bagian Selatan , proses migrasi dan interaksi sosial antara masyarakat Minangkabau dengan penduduk lokal, serta dampak imigrasi tersebut terhadap masyarakat lokal Tapanuli Bagian Selatan . Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah sebagaimana dikemukakan oleh Kuntowijoyo, yang terdiri atas empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, sintesis, dan historiografi. Sumber data diperoleh dari sumber primer berupa peninggalan fisik (Benteng Bukit Tajadi, Benteng Batang Ayumi, dan Masjid Sri Alam Dunia) serta naskah sejarah, dan sumber sekunder berupa buku, jurnal, skripsi, serta hasil wawancara dengan informan setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa migrasi suku Minangkabau ke Tapanuli Bagian Selatan didorong oleh faktor kehancuran ekonomi dan keamanan pascaperang, tekanan kolonial Belanda, perpecahan antara Kaum Padri dan Kaum Adat, serta tradisi merantau yang telah mengakar dalam budaya Minangkabau. Proses migrasi berlangsung secara bertahap melalui jalur darat (Rao–Padang Bolak–Sipirok–Angkola–Batang Toru) dan jalur pesisir (Natal–Batahan), membentuk pola pemukiman berbasis perdagangan, pedesaan, dan kantong keturunan campuran. Interaksi sosial berlangsung melalui jalur perdagangan, keagamaan, dan perkawinan antaretnik, yang melahirkan sintesis budaya baru tanpa menghilangkan identitas masing-masing pihak, khususnya struktur kekerabatan patrilineal Dalihan Na Tolu di Tapanuli Bagian Selatan . Dengan demikian, Perang Paderi suku Minangkabau ke Tapanuli Bagian Selatan merupakan proses migrasi dan akulturasi yang berlangsung bertahap, damai, dan berkesinambungan, yang turut membentuk identitas kultural khas masyarakat Tapanuli Bagian Selatan hingga generasi berikutnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Perang Paderi, Suku Minangkabau, Tapanuli Bagian Selatan , Perang Padri, Migrasi, Akulturasi
Subjects: Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Sejarah Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Ruang Baca FAH
Date Deposited: 30 Oct 2026 06:03
Last Modified: 30 Oct 2026 06:03
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35514

Actions (login required)

View Item View Item