Praktik Pembagian Warisan di Kelurahan Sekijang Kecamatan Bandar Sei Kijang Kabupaten Pelalawan Riau Ditinjau dari Fikih Mawaris

Lubis, Nadia Agustina (2026) Praktik Pembagian Warisan di Kelurahan Sekijang Kecamatan Bandar Sei Kijang Kabupaten Pelalawan Riau Ditinjau dari Fikih Mawaris. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (BAB 1)
Cover-daftar isi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (702kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (453kB)
[img] Text (bab v-dapus)
BAB V - Daftar Pustaka ( Nadia Agustina Lubis 2213010079, Hukum Keluarga).pdf - Published Version

Download (662kB)
[img] Text (FULL TEXT)
FULL TEXT .pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik pembagian harta di masyarakat Kelurahan Sekijang yang dilakukan secara sama rata antara ahli waris laki-laki dan perempuan, sedangkan dalam fikih mawaris telah ditetapkan bagian masing-masing ahli waris berdasarkan ketentuan syariat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pembagian warisan di Kelurahan Sekijang, mengetahui faktor yang menyebabkan masyarakat membagi harta secara sama rata, serta mengetahui kesesuaiannya dengan ketentuan fikih mawaris. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan metode kualitatif dan pendekatan yuridis empiris. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tiga orang ahli waris, satu tokoh agama, dan satu pemangku adat di Kelurahan Sekijang Kecamatan Bandar Sei Kijang Kabupaten Pelalawan Riau. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembagian harta di Kelurahan Sekijang dilakukan melalui musyawarah dan kesepakatan keluarga. Ditemukan tiga pola, yaitu pembagian harta secara sama rata antara ahli waris laki-laki dan perempuan, penggunaan surat pernyataan sebagai bentuk kesepakatan dalam menerima harta, serta pembagian harta ketika orang tua masih hidup. Faktor yang menyebabkan masyarakat memilih pembagian secara sama rata adalah keinginan menjaga keharmonisan keluarga, menghindari rasa iri dan perselisihan, pengaruh kebiasaan keluarga, serta kurangnya pemahaman mengenai hukum kewarisan Islam. Ditinjau dari fikih mawaris, pembagian harta warisan secara sama rata antara laki-laki dan perempuan tidak dibenarkan karena bertentangan dengan ketentuan faraidh yang telah menetapkan bagian anak laki-laki dua kali bagian anak perempuan. Selain itu, praktik pembagian harta di Kelurahan Sekijang juga dilakukan secara sama rata dengan memberikan harta kepada anak ketika orang tua masih hidup. Dalam fikih mawaris, pembagian harta ketika orang tua masih hidup tidak dapat disebut sebagai pembagian warisan, karena hak kewarisan belum timbul sebelum pewaris meninggal dunia. Pembagian tersebut merupakan pemberian harta semasa hidup yang dapat dikategorikan sebagai hibah apabila memenuhi ketentuan hibah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pembagian Warisan, Sama rata, Fikih Mawaris, Kelurahan Sekijang
Subjects: Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih > Hukum Waris Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 30 Oct 2026 04:48
Last Modified: 30 Oct 2026 04:48
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35436

Actions (login required)

View Item View Item