SEJARAH DAN FUNGSI PASANGGRAHAN KOTANOPAN KABUPATEN MANDAILING NATAL 1930-2013

Khoiriah, Miftah (2026) SEJARAH DAN FUNGSI PASANGGRAHAN KOTANOPAN KABUPATEN MANDAILING NATAL 1930-2013. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text
cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (604kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (558kB)
[img] Text
full teks.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini membahas Sejarah dan Fungsi Pasanggrahan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal 1930–2013. Pasanggrahan Kotanopan merupakan salah satu bangunan peninggalan kolonial yang memiliki nilai sejarah dan berkaitan dengan perkembangan pemerintahan serta kehidupan masyarakat di Kotanopan. Bangunan ini didirikan pada tahun 1930 oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda sebagai tempat persinggahan pejabat sekaligus pendukung kegiatan administrasi pemerintahan di wilayah pedalaman Mandailing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah berdirinya Pasanggrahan Kotanopan, menganalisis fungsi bangunan sepanjang tahun 1930–2013, serta mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perubahan fungsinya. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan memanfaatkan sumber arsip, dokumen, foto, serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah berdirinya Pasanggrahan Kotanopan dikarenakan Kotanopan Kabupaten Mnadailing Natal merupakan wilayah yang memiliki jaringan dengan pemerintahan kolonial Belanda. Kondisi geografis wilayah Tapanuli yang sulit dijangkau serta mendorong pemerintah kolonial menyediakan fasilitas pendukung di wilayah pedalaman. Proses berdirinya berkaitan dengan penyediaan fasilitas untuk mendukung mobilitas pejabat, tamu pemerintah, dan kegiatan administrasi di Kotanopan. Bangunan yang memiliki ruang tamu, teras, 11 kamar tidur, kamar mandi, toilet, dan halaman luas menunjukkan bahwa sejak awal Pasanggrahan dirancang sebagai tempat persinggahan. Pasanggrahan Kotanopan mengalami perkembangan dan perubahan seiring dengan perubahan politik, sistem pemerintahan, dan kebutuhan masyarakat. Pada masa kolonial, Pasanggrahan berfungsi sebagai tempat persinggahan dan mendukung kegiatan pemerintahan. Pada masa pendudukan Jepang Sebagai Fasilitas Administrasi Pemerintahan Militer Jepang. Revolusi Kemerdekaan sampai masa Orde Lama, fungsinya kebutuhan pemerintahan dan perjuangan. Pada Orde Baru, Pasanggrahan dimanfaatkan sebagai wisma pemerintah. Masa Reformasi, berkembang menjadi fasilitas penginapan yang dapat digunakan masyarakat umum dan wisatawan. Perubahan fungsi tersebut dipengaruhi oleh kondisi fisik bangunan, tata ruang, lokasi, perubahan sistem pemerintahan, perkembangan sosial-ekonomi, serta kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, Pasanggrahan Kotanopan tidak hanya mengalami perubahan fungsi, tetapi juga tetap mempertahankan nilai sejarahnya sebagai bagian dari warisan sejarah dan identitas lokal masyarakat Kotanopan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
D History General and Old World > DS Asia
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Ruang Baca FAH
Date Deposited: 28 Sep 2026 07:40
Last Modified: 28 Sep 2026 07:40
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35428

Actions (login required)

View Item View Item