Akbar, Rizky Alfajri (2026) "Konstruksi Marginalisasi Penyandang Disabilitas Intelektual dalam Film Miracle in Cell No. 7”. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover)
cover Rizky.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
bab 1.pdf - Published Version Download (296kB) |
|
|
Text (BAB III)
bab 3.pdf - Published Version Download (187kB) |
|
|
Text (BAB 5 dan Daftar Pustaka)
bab 5 ok.pdf - Published Version Download (217kB) |
|
|
Text (Skripsi Full)
Skripsi Full Rizky Alfajri Akbar.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Film memiliki kekuatan besar dalam membentuk persepsi publik terhadap kelompok sosial tertentu, termasuk penyandang disabilitas intelektual, melalui konstruksi tanda dan narasi yang ditampilkannya. Film Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia menampilkan tokoh Dodo Rozak, seorang penyandang disabilitas intelektual yang mengalami peminggiran dalam berbagai dimensi kehidupan, mulai dari ekonomi, sosial, budaya, hingga politik dan hukum. Fenomena ini sejalan dengan kondisi nyata penyandang disabilitas intelektual di Indonesia yang masih rentan mengalami stigma, diskriminasi, dan ketidakadilan sistem hukum. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk marginalisasi penyandang disabilitas intelektual yang dikonstruksikan dalam film Miracle in Cell No. 7, serta menjelaskan makna denotasi, konotasi, dan mitos berdasarkan semiotika Roland Barthes yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup tiga tataran pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Lokasi penelitian adalah film Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia yang diakses melalui platform streaming Netflix. Data primer berupa elemen visual, audio, dialog, dan narasi dalam film, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, peraturan perundang-undangan, serta sumber daring yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui pemilihan unit analisis, analisis tingkat denotasi, konotasi, dan mitos, hingga interpretasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Miracle in Cell No. 7 secara kuat mengonstruksikan marginalisasi penyandang disabilitas intelektual melalui empat dimensi utama, yaitu ekonomi, sosial, budaya, dan politik/hukum. Pada tataran denotasi, tokoh Dodo Rozak digambarkan sebagai individu berketerbatasan intelektual yang hidup sederhana; pada tataran konotasi, keterbatasan tersebut dimaknai sebagai alasan bagi lingkungan sosial dan sistem hukum untuk meragukan dan menyingkirkannya; sedangkan pada tataran mitos, film ini mereproduksi sekaligus mengkritik keyakinan sosial bahwa penyandang disabilitas intelektual adalah individu yang lemah dan tidak kompeten. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa film berperan sebagai teks sosial yang tidak hanya merekam, tetapi juga aktif mengonstruksi realitas ketidakadilan terhadap penyandang disabilitas intelektual, sekaligus membuka ruang kritik sosial bagi terwujudnya keadilan dan inklusivitas dalam kehidupan bermasyarakat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Konstruksi, Marginalisasi, Disabilitas Intelektual, Semiotika Roland Barthes, Film |
| Subjects: | U Umum (General) > Ilmu Sosial > Pendidikan Khusus untuk Penyandang Cacat Fisik |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FDIK |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 05:06 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 05:06 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35420 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
