Fateh, Muhammad Al Izzi (2026) Analisis Tafsir Maqashidi Abdul Mustaqim terhadap QS An-Nisa’ Ayat 171 dan Al-Maidah Ayat 77. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover)
Fateh Muhammad Al Izzi (2215050067) Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version Download (811kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf - Published Version Download (946kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (636kB) |
|
|
Text (BAB V - DAFTAR PUSTKA)
BAB V DAN DAFTAR PUTAKA.pdf - Published Version Download (513kB) |
|
|
Text (fulltext)
Fateh Muhammad Al Izzi (2215050067) Skripsi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena sikap ghuluw (berlebih-lebihan dalam beragama) yang kerap menimbulkan penyimpangan akidah, ekstremisme, dan konflik sosial, sementara penafsiran atas ayat-ayat larangan ghuluw dalam Al-Qur'an, khususnya QS An-Nisa' ayat 171 dan Al-Maidah ayat 77, masih banyak dipahami secara literal tanpa menggali maksud dan tujuan (maqashid) di baliknya, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi maqashid Al-Qur’an dan maqashid syari'ah, menemukan nilai-nilai Qur'ani, serta mengungkap kontekstualisasi kedua ayat tersebut dalam realita kehidupan kontemporer. Penelitian ini menggunakan kerangka teori tafsir maqashidi sebagaimana dirumuskan oleh Abdul Mustaqim, dengan metode penelitian kepustakaan (library research) berpendekatan kualitatif dan menggunakan metode tafsir maqashidi, data primernya menganalisis lima kitab tafsir sebagai sumber data primer, yaitu Tafsir Jami’ Al-Bayan,Al-jami’ Lil-Ahkam, Fi Zhilalil Qur'an, Al-Munir, dan Al-Azhar, yang dilengkapi data sekunder dari jurnal dan buku ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ayat yang diteliti mengandung 3 domain maqashid Al-Qur’an, yaitu ishlah al-fard, ishlah al-mujtama’ dan ishlah al-‘alam, yang terhubung dengan lima dimensi maqashid syari'ah, yaitu hifz ad-din (menjaga agama), hifz al-nafs (menjaga jiwa), hifz al-'aql (menjaga akal),hifz nasl (menjaga keturunan) dan hifz al-daulah (menjaga negara/tatanan kenegaraan) sebagaimana perluasan maqashid Abdul Mustaqim, disertai nilai-nilai Qur'ani berupa larangan melampaui batas, moderasi beragama, dan penjagaan tauhid kelima dimensi tersebut kemudian dikontekstualisasikan dengan realitas kontemporer seperti ekstremisme dan radikalisme keagamaan, pelanggaran kebebasan beragama, taklid buta dalam rendahnya literasi digital, konflik sosial, pendangkalan akidah pada generasi muda, sehingga larangan ghuluw pada kedua ayat terbukti relevan sebagai prinsip moderasi beragama yang hidup dan aplikatif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pada saat ini.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | GHULUW |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 29 Oct 2026 07:24 |
| Last Modified: | 29 Oct 2026 07:24 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35349 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
