Rizki, Muhammad Faiz (2026) Tanggung jawab manusia sebagai khalifah dalam al-Qur'an: Perspektif Sayyid Quthb dalam tafsir fi zhilal al-Qur'an. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (883kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (818kB) |
|
|
Text (BAB V - Daftar Pustaka)
BAB V - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (443kB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh signifikannya frekuensi kemunculan kata khalifah beserta derivasinya dalam Al-Qur’an, yang menunjukkan bahwa konsep kekhalifahan merupakan tema sentral menyangkut kedudukan dan tanggung jawab manusia di muka bumi. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana tanggung jawab manusia sebagai khalifah ditafsirkan oleh Sayyid Quthb dalam Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an? Penelitian ini bertujuan memahami penafsiran ayat-ayat tersebut sekaligus mengidentifikasi dimensi-dimensi tanggung jawab manusia sebagai khalifah menurut Sayyid Quthb. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis kepustakaan (library research), dengan sumber data primer Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an dan sumber data sekunder berupa buku, jurnal, serta karya ilmiah relevan, yang dianalisis menggunakan metode analisis konten (content analysis) melalui pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) terhadap tujuh ayat yang memuat term khalifah beserta derivasinya, yaitu QS. Sad: 26, QS. An-Naml: 62, QS. An-Nur: 55, QS. Yunus: 14, QS. Al-A’raf: 69, QS. Al-A’raf: 142, dan QS. Al-A’raf: 74. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, Sayyid Quthb memaknai khilafah bukan sebagai jabatan politik yang otonom, melainkan amanah (istikhlaf) yang terikat pada syarat keimanan, amal saleh, dan ketundukan pada kebenaran (al-haqq), sebagaimana tergambar dalam larangan mengikuti hawa nafsu, kewajiban berbuat perbaikan (ishlah), dan larangan berbuat kerusakan (fasad) di bumi. Kedua, Penafsiran ini bermuara pada tiga dimensi tanggung jawab yang saling menopang: kepada Allah, kepada masyarakat, dan kepada lingkungan, dengan konsep hakimiyyah (penghambaan hanya kepada Allah SWT) sebagai pengikatnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tanggung jawab kekhalifahan dalam pembacaan Sayyid Quthb bersifat integral dan tidak dapat direduksi pada satu dimensi semata.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Khalifah, Tanggung Jawab, Sayyid Quthb, Fi Zhilal Al-Qur’an, Tafsir Maudhu’i |
| Subjects: | Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 04:35 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 04:35 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35315 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
