Larangan zina dalam QS. al-Isra’ ayat 32 kajian tafsir Maqasidi

Muhammad, Virman (2026) Larangan zina dalam QS. al-Isra’ ayat 32 kajian tafsir Maqasidi. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover - Daftar Isi)
Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (362kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (231kB)
[img] Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (184kB)
[img] Text (Full Text)
Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji larangan zina dalam QS. al-Isra’ ayat 32 melalui pendekatan tafsir maqasidi, menggunakan kerangka lima maqasid al-syari’ah (tujuantujuan pokok syariat Islam: hifz al-din, hifz al-nafs, hifz al-’aql, hifz an-nasl, dan hifz al-mal), dengan hifz an-nasl sebagai salah satu titik tekan utama analisis. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perilaku seksual bebas dan perzinaan di era modern yang mengancam institusi keluarga dan keberlangsungan keturunan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis penafsiran ulama terhadap ayat tersebut, mengkaji dimensi kelima maqasid al-syari’ah di dalamnya, serta menelaah implikasinya bagi kehidupan kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan deskriptif-analitis, dengan sumber data primer Tafsir Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān karya Al-Qurṭubī, Fatḥ al-Qadīr karya Asy-Syaukani, dan Fī Ẓilāl al-Qur’ān karya Sayyid Quṭb, serta dianalisis menggunakan kerangka tafsir maqasidi Abdul Mustaqim. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, ketiga mufasir sepakat bahwa redaksi lā taqrabū al-zinā lebih komprehensif daripada sekadar larangan berzina karena turut melarang segala tindakan pengantar zina, dengan penekanan berbeda: Al-Qurṭubī pada fondasi yuridis nasab, Asy-Syaukani pada sistem pencegahan berlapis (sadd al-zarā’i), dan Sayyid Quṭb pada teori masyarakat bersih. Kedua, hifz an-nasl dalam ayat ini mencakup enam dimensi (biologis, psikologis, sosial, hukum, kesehatan, dan digital), dan analisis multimaqasid menunjukkan larangan zina berhubungan organis dengan kelima maqasid utama (hifz al-din, hifz al-nafs, hifz al-’aql, hifz an-nasl, dan hifz almal) secara sekaligus. Ketiga, tafsir maqasidi ayat ini sangat relevan bagi konteks Indonesia, mencakup penguatan pendidikan seksualitas berbasis Al-Qur’an, penguatan institusi keluarga, dakwah responsif digital, dan penguatan regulasi hukum lintas sektor.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Larangan Zina, Maqasid al-Syari’ah, Hifz an-Nasl, Tafsir Maqasidi, QS. al-Isra’ ayat 32
Subjects: Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 28 Sep 2026 01:55
Last Modified: 28 Sep 2026 01:55
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35281

Actions (login required)

View Item View Item