Amri, M. Khairul (2026) Psikoterapi Islam Dalam Q.S. Al-Ma’arij Ayat 19-35 Studi Analisis Tafsir Al- Munir dan Tafsir Al- Azhar. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover)
M. Khairul Amri-2215050095-Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (377kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (247kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB 5.pdf - Published Version Download (289kB) |
|
|
Text (fulltext)
M. Khairul Amri-2215050095-Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini membahas konsep Psikoterapi Islam yang terdapat dalam Q.S. Al-Ma’arij ayat 19-35 melalui studi analisis komparatif (muqaran) antara Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Latar belakang penelitian ini didorong oleh urgensi krisis kesehatan mental di era modern serta kebutuhan akan pendekatan psikoterapi Islami yang menyeluruh dan bersumber langsung dari Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kedua kitab tafsir tersebut mengidentifikasi sifat dasar manusia yang rentan gelisah (halu'a), berkeluh kesah (jazu'a), dan kikir (manu'a), serta bagaimana ayat-ayat selanjutnya menawarkan solusi terapi yang mencakup dimensi spiritual, kognitif, dan sosial. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, metode tafsir muqaran, dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, dalam Tafsir Al-Munir Wahbah az-Zuhaili memandang sifat-sifat tersebut sebagai watak bawaan lahiriah dan menjabarkan solusi penawarnya melalui penekanan pada aturan hukum Islam, analisis kebahasaan, serta dalil sahih yang pasti. Kedua, Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menganggap kecenderungan tersebut sebagai gangguan kejiwaan yang dapat menetap jika tidak ditangani, serta menguraikan rangkaian terapi yang sama dengan menitikberatkan pada penghayatan batin, pengalaman spiritual, dan penerapan sosial yang nyata. Ketiga, Meskipun keduanya menggunakan gaya penafsiran yang berbeda, kedua mufasir sepakat pada kerangka utama ayat yakni menempatkan identifikasi masalah di awal dan urutan solusi yang diawali serta diakhiri dengan perintah shalat. Perbedaan corak tersebut justru saling melengkapi, sehingga menghasilkan pemahaman yang utuh mengenai Al-Qur'an sebagai pedoman penyembuhan jiwa manusia.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Psikoterapi Islam, Q.S. Al-Ma’arij, Tafsir Al-Munir, Tafsir Al-Azhar, Tafsir Muqaran. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 29 Oct 2026 01:04 |
| Last Modified: | 29 Oct 2026 01:04 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35275 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
