STRATEGI SPIRITUAL COPING PADA PENYINTAS BENCANA BANJIR DI DESA KEMANG KECAMATAN PANGKALAN KURAS KABUPATEN PELALAWAN

Muthmainnah, Nadratul (2026) STRATEGI SPIRITUAL COPING PADA PENYINTAS BENCANA BANJIR DI DESA KEMANG KECAMATAN PANGKALAN KURAS KABUPATEN PELALAWAN. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER - DAFTAR ISI)
Nadratul Muthmainnah NIM 2115040085 COVER- DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (622kB)
[img] Text (BAB I)
Nadratul Muthmainnah NIM 2115040085 BAB I.pdf - Published Version

Download (334kB)
[img] Text (BAB III)
Nadratul Muthmainnah NIM 2115040085 BAB III.pdf - Published Version

Download (403kB)
[img] Text (BAB V - DAPUS)
Nadratul Muthmainnah NIM 2115040085 BAB V-DAPUS.pdf - Published Version

Download (329kB)
[img] Text (FULL TEXT)
Nadratul Muthmainnah NIM 2115040085 FULL TEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu bencana yang terjadi secara berulang dan dapat memberikan dampak tidak hanya terhadap kondisi fisik dan material, tetapi juga terhadap kondisi psikologis dan spiritual penyintas. Dalam menghadapi tekanan akibat bencana, individu dapat menggunakan spiritual coping sebagai upaya untuk mengelola tekanan, menemukan makna dari pengalaman yang dialami, serta memperoleh ketenangan melalui keyakinan dan praktik keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi spiritual coping pada penyintas bencana banjir di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, ditinjau dari aspek spiritual coping positive dan spiritual coping negative. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian berjumlah 7 orang penyintas bencana banjir yang dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pada aspek spiritual coping positive, ketujuh informan menunjukkan penggunaan strategi yang ditandai dengan kemampuan memaknai bencana sebagai ujian, teguran, dan sarana introspeksi diri melalui benevolent religious reappraisal, melakukan usaha disertai doa, tawakal, dan penyerahan diri kepada Allah melalui collaborative religious coping, serta mencari ketenangan dan dukungan spiritual melalui ibadah seperti salat, doa, zikir, dan shalawat melalui seeking spiritual support. Selain itu, strategi positif juga terlihat melalui upaya memperbaiki diri dan meningkatkan ibadah (religious purification), membangun kedekatan dengan Allah (spiritual connection), memperoleh dukungan dari tokoh agama dan lingkungan sosial (seeking support from legacy of members), membantu sesama (religious helping), serta mengembangkan sikap memaafkan dan mengikhlaskan (religious forgiving). 2) Pada aspek spiritual coping negative, dari 6 aspek yang diteliti hanya ditemukan aspek punishing God reappraisal pada dua informan. Keduanya memaknai banjir sebagai teguran dari Allah yang berkaitan dengan kemungkinan kesalahan atau kelalaian manusia. Namun, pemaknaan tersebut tidak berkembang menjadi pandangan bahwa Allah menghukum atau berlaku zalim kepada mereka. Sebaliknya, pemaknaan tersebut mendorong informan untuk melakukan introspeksi, meningkatkan keimanan, memperbaiki diri, dan menerima keadaan dengan ikhlas. Sementara itu kelima aspek lainnya tidak ditemukan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Spiritual Coping, Penyintas Bencana Banjir, Spiritual Coping Positive, Spiritual Coping Negative
Subjects: Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Filsafat dan Perkembangan Islam > Psikologi Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Psikologi Islam
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 27 Sep 2026 14:47
Last Modified: 27 Sep 2026 14:47
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35201

Actions (login required)

View Item View Item