Fazriansyah, Ridho (2026) Perlindungan Hukum Dalam Tindakan Bela Paksa Perspektif Siyasah Tanfiziyah. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER-DAFTAR ISI)
A. Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version Download (626kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1 Watermark.pdf - Published Version Download (671kB) |
|
|
Text (BAB 3)
BAB 3 Watermark.pdf - Published Version Download (437kB) |
|
|
Text (BAB 5 - DAFTAR PUSTAKA)
BAB 5 Dapus Watermark.pdf - Published Version Download (484kB) |
|
|
Text (FULL TEXT RIDHO FAZRIANSYAH)
Ridho Fazriansyah 2213030141 (Fulltext).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas perlindungan hukum dalam tindakan bela paksa atau pembelaan diri berdasarkan perspektif Hukum Tata Negara dan Siyasah Tanfiziyah, dengan mengaitkan pada kasus Hogi Minaya di Sleman sebagai objek kajian. Peristiwa tersebut terjadi ketika seorang suami mengejar dan menabrak kendaraan pelaku penjambretan yang mengancam istrinya. Namun, tindakan itu justru menyebabkan dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian sebagai penyidik dalam kasus Hogi Minaya. Kasus ini menunjukkan adanya ketegangan antara kewajiban negara untuk melindungi warga negara sebagaimana diatur dalam Pasal 28G Ayat (1) UUD 1945 dan praktik penegakan hukum yang lebih menekankan aspek formal-prosedural tanpa mempertimbangkan situasi darurat yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penetapan tersangka terhadap korban bela paksa dengan prinsip negara hukum yang berkeadilan. Selain itu, penelitian ini mengkaji bentuk perlindungan hak yang seharusnya diberikan kepada korban berdasarkan perspektif Hukum Tata Negara dan perspektif Siyasah Tanfiziyah. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Bahan hukum primer yang digunakan meliputi UUD 1945, KUHP, serta dokumen pemberitaan mengenai kasus tersebut, yang dianalisis secara deskriptif analitis dan doktrinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan tersangka pada tahap awal penyidikan belum mencerminkan keadilan substantif karena lebih menitikberatkan pada akibat tindakan, tanpa mempertimbangkan hubungan sebab-akibat antara ancaman kejahatan dan reaksi pembelaan yang dilakukan. Penelitian ini juga menemukan bahwa perlindungan terhadap korban bela paksa dapat diwujudkan melalui tiga teori perlindungan yang saling melengkapi, yaitu perlindungan konstitusional dalam perlindungan hukum, perlindungan hukum pidana melalui doktrin bela paksa, serta perlindungan berdasarkan Siyasah Tanfiziyah yang menekankan kemaslahatan, pemeliharaan jiwa (hifz al-nafs), dan perlindungan harta (hifz al-mal). Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penyusunan pedoman teknis penyidikan yang secara khusus memuat indikator bela paksa agar korban kejahatan yang berupaya mempertahankan haknya tidak kembali mengalami kriminalisasi
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih > Hukum Ketatanegaraan Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Tata Negara |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 27 Sep 2026 14:16 |
| Last Modified: | 27 Sep 2026 14:16 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35200 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
