Tradisi Zakat Pertanian Bawang Merah di Jorong Limau Puruik Nagari Sungai Nanam dalam Perspektif Al-'urf

Tatisra, Tatisra (2026) Tradisi Zakat Pertanian Bawang Merah di Jorong Limau Puruik Nagari Sungai Nanam dalam Perspektif Al-'urf. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover- Daftar Isi)
Tatisra. NIM 2213040164 Cover- Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (588kB)
[img] Text (BAB I)
Tatisra. NIM 2213040164. BAB 1.pdf - Published Version

Download (484kB)
[img] Text (BAB III)
Tatisra. NIM 2213040164. BAB 3.pdf - Published Version

Download (700kB)
[img] Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
Tatisra. NIM 2213040164. BAB 5 dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (478kB)
[img] Text (Full Text)
Tatisra. NIM 2213040164. FULL TEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tradisi masyarakat Jorong Limau Puruik yang secara turun-temurun menyerahkan satu karung bawang merah ke masjid setiap kali panen dan menyebutnya zakat pertanian, tanpa memperhitungkan luas lahan, hasil panen, maupun nisab. Praktik ini menimbulkan persoalan mengenai kesesuaiannya dengan ketentuan fikih zakat pertanian. Penelitian bertujuan untuk mengetahui praktik tradisi tersebut, menilai kesesuaiannya dengan ketentuan nisab, haul, dan kadar zakat pertanian menurut mazhab Syafi'i, serta menganalisis status hukumnya berdasarkan kaidah al-'urf. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan terdiri atas petani bawang merah dan pengurus masjid yang dipilih melalui teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, tradisi ini tumbuh secara alami tanpa tokoh dan tahun kemunculan yang pasti, dibayarkan atas nama kepala keluarga pada hari panen sebesar satu karung (sekitar 25-30 kg), dikelola pengurus masjid, dan hasilnya digunakan untuk kebutuhan masjid. Kedua, tradisi ini tidak memenuhi ketentuan zakat pertanian karena tidak memperhitungkan nisab dan kadar secara proporsional, sehingga lebih tepat disebut infaq atau sedekah, bukan zakat. Ketiga, ditinjau dari objeknya tergolong al-'urf al-'amali, dari cakupannya al-'urf al-khash, dan dari pengakuan syariat al-'urf al-mu'tabar yang sejalan dengan al-'urf al-shahih. Dengan demikian, tradisi ini dapat dilestarikan sebagai infaq atau sedekah, namun tidak menggantikan kewajiban zakat bagi petani yang panennya mencapai nisab.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Zakat Pertanian, Bawang Merah, Al-'Urf, Tradisi, Jorong Limau Puruik
Subjects: Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih > Zakat
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syari'ah
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 27 Sep 2026 11:23
Last Modified: 27 Sep 2026 11:23
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35127

Actions (login required)

View Item View Item