Integritas Profetik pada Ayat-Ayat Kisah para Nabi: Studi Hermeneutika Gadamer atas Tafsir fi Zhilal al-Qur’an

Nafsi, Lathifah (2026) Integritas Profetik pada Ayat-Ayat Kisah para Nabi: Studi Hermeneutika Gadamer atas Tafsir fi Zhilal al-Qur’an. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover)
Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I pdf.pdf - Published Version

Download (311kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III pdf.pdf - Published Version

Download (247kB)
[img] Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB V-dapus pdf.pdf - Published Version

Download (292kB)
[img] Text (Full Text)
Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena krisis integritas kepemimpinan yang tercermin dari tingginya angka kasus korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan lemahnya akuntabilitas publik di Indonesia, sebagaimana ditunjukkan oleh data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2004–2025. Kondisi tersebut mendorong perlunya rujukan nilai integritas yang bersumber dari teladan kenabian sebagaimana termuat dalam ayat-ayat kisah para nabi di dalam al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan penafsiran kisah Nabi Nuh, Nabi Yusuf, dan Nabi Ibrahim dalam Tafsir fi Zhilal al-Qur’an karya Sayyid Qutb, menganalisis nilai-nilai integritas profetik yang terkandung di dalamnya, serta menelaah bentuk integritas tersebut melalui pembacaan hermeneutika Hans-Georg Gadamer. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis isi (content analysis), menggunakan Tafsir fi Zhilal al-Qur’an sebagai sumber data primer dan literatur ilmiah relevan sebagai sumber sekunder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penafsiran Sayyid Qutb atas kisah Nabi Nuh, Nabi Yusuf, dan Nabi Ibrahim dalam Tafsir fi Zhilal al-Qur’an secara konsisten mengarahkan pembacaan pada hakikat tauhid dan keteguhan prinsip di tengah penolakan, bukan pada detail historis semata. Dari penafsiran tersebut ditemukan pola integritas profetik yang saling melengkapi pada ketiga nabi: kejujuran sebagai fondasi, konsistensi sebagai daya tahan prinsip di tengah situasi yang berubah, serta keberanian dan tanggung jawab sebagai wujud nyata dari keduanya, dengan integritas profetik dipahami bukan sebagai kekakuan sikap, melainkan sebagai koherensi antara keyakinan, ucapan, dan tindakan dalam relasi sosial yang timpang kuasanya. Pembacaan melalui hermeneutika Gadamer menunjukkan bahwa pemaknaan integritas profetik dalam tafsir Qutb merupakan hasil perjumpaan antara horizon teks Al-Qur'an dan horizon penafsir yang dibentuk oleh pengalaman kesastraan, kerangka teologis, dan kepedulian sosial-reformisnya. Pengalaman biografis-politik Qutb berperan sebagai salah satu unsur pembentuk horizon tersebut, tetapi bukan faktor penjelas yang tunggal. Temuan ini menegaskan bahwa Tafsir fi Zhilal al-Qur’an merupakan hasil proses peleburan horizon (Horizontverschmelzung) antara teks, penafsir, dan konteks historisnya, sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai integritas profetik yang terkandung di dalamnya tetap relevan untuk menjawab persoalan kepemimpinan dan tanggung jawab moral pada masa kini. Kata Kunci: Integritas Profetik, Hermeneutika Gadamer, Tafsir Fi Zhilal al-Qur'an, Sayyid Qutb, Kisah Para Nabi

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Integritas Profetik, Hermeneutika Gadamer, Tafsir Fi Zhilal al-Qur'an, Sayyid Qutb, Kisah Para Nabi
Subjects: Agama Islam
Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 30 Sep 2026 07:17
Last Modified: 30 Sep 2026 07:17
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35094

Actions (login required)

View Item View Item