Pengabaian Fakta Medis Histerektomi dalam Perkara Cerai Talak: Analisis Putusan Pengadilan Agama Nomor 30/Pdt.G/2025/PA.Srl Perspektif Keadilan Gender

Aliyah, Jannatin (2026) Pengabaian Fakta Medis Histerektomi dalam Perkara Cerai Talak: Analisis Putusan Pengadilan Agama Nomor 30/Pdt.G/2025/PA.Srl Perspektif Keadilan Gender. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Iman Bonjol Padang.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (714kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (336kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf

Download (480kB)
[img] Text (BAB V-Daftar Pustaka)
BAB V-Daftar Pustaka.pdf

Download (207kB)
[img] Text (Full text Skripsi)
full Skripsi Jannatin Aliyah.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (54MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kondisi medis histerektomi yang dialami istri dalam perkara cerai talak pada Putusan Pengadilan Agama Sarolangun Nomor 30/Pdt.G/2025/PA.Srl. Kondisi tersebut terungkap dalam persidangan melalui keterangan saksi, namun tidak dijadikan pertimbangan hukum secara eksplisit oleh Majelis Hakim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pertimbangan hukum hakim terkait kondisi medis histerektomi serta menganalisis apakah konstruksi tersebut telah mencerminkan keadilan gender substantif bagi istri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus (case approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Putusan Nomor 30/Pdt.G/2025/PA.Srl, yang dianalisis melalui inventarisasi, klasifikasi, deskripsi, interpretasi, evaluasi kritis, argumentasi hukum, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Nomor 30/Pdt.G/2025/PA.Srl lebih berorientasi pada pembuktian adanya perselisihan dan pertengkaran terus-menerus, pisah tempat tinggal, serta tidak adanya harapan untuk hidup rukun kembali sebagai dasar terjadinya keretakan rumah tangga. Meskipun kondisi medis histerektomi terungkap dalam persidangan, kondisi tersebut tidak dijadikan pertimbangan hukum secara mendalam. Berdasarkan perspektif keadilan gender substantif, putusan tersebut tetap memenuhi nilai keadilan gender dalam batas-batas hukum perceraian yang berlaku karena hakim telah mempertimbangkan kondisi nyata rumah tangga dan kepentingan para pihak secara seimbang. Meskipun demikian, penerapan perspektif keadilan gender sebagaimana pasal 4 PERMA Nomor 3 Tahun 2017 perlu dioptimalkan, khususnya dalam menggali kondisi biologis, psikologis, dan sosial perempuan yang mengalami histerektomi agar pertimbangan hukum lebih komprehensif dan responsif terhadap kerentanan perempuan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 25 Sep 2026 08:02
Last Modified: 25 Sep 2026 08:02
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35060

Actions (login required)

View Item View Item