Sitompul, Risya Afrida (2026) Makna Tradisi Yasinan Mingguan Bagi Masyarakat Desa Buntu Pane, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Studi Living Quran). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER - DAFTAR ISI)
COVER-DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (693kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (434kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (370kB) |
|
|
Text (BAB V - DAFTAR PUSTAKA)
BAB V - DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (378kB) |
|
|
Text (FULL TEXT SKRIPSI)
FULL TEXT SKRIPSI.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tradisi Yasinan mingguan yang masih dilaksanakan secara rutin oleh masyarakat Desa Buntu Pane, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Tradisi ini tidak hanya berupa pembacaan Surah Yasin secara bersama-sama, tetapi juga telah menjadi bagian integral dari kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman pemuka agama terhadap ayat Al-Qur’an dan hadis yang menjadi landasan tradisi Yasinan, mendeskripsikan bentuk serta tahapan pelaksanaannya, dan menganalisis pemaknaan masyarakat terhadap tradisi tersebut dalam perspektif Living Qur’an. Penelitian lapangan (field research) ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memahami pengalaman serta pemaknaan subjektif para informan. Pendekatan fenomenologi Alfred Schutz digunakan untuk menganalisis motif masyarakat melalui konsep because motive (motif sebab) dan in-order-to motive (motif tujuan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada ayat Al-Qur’an yang secara eksplisit menetapkan pelaksanaan Yasinan setiap minggu. Namun, masyarakat menjadikan anjuran membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, dan beramal saleh sebagai landasan utama, dengan hadis sebagai penguat pemahaman keagamaan mereka. Tradisi Yasinan dilaksanakan secara bergilir di rumah jamaah; jamaah perempuan melaksanakannya pada siang hari (sekitar pukul 14.30 WIB), sedangkan jamaah laki-laki setelah salat Isya. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, pembacaan Surah Yasin, tahmid, tahlil, doa bersama, dan musyawarah. Makna tradisi ini mencakup dimensi spiritual, psikologis, sosial, dan budaya-keagamaan. Makna paling mendasar adalah sebagai bentuk ibadah dan sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt. Selain itu, Yasinan memberikan ketenangan batin, membangun kebiasaan berinteraksi dengan Al-Qur’an, mempererat silaturahmi, serta memperkuat kebersamaan warga. Dalam perspektif Living Qur’an, Yasinan mingguan merupakan wujud nyata Al-Qur’an yang dihidupkan dalam praktik kolektif masyarakat. Motif masyarakat didasari oleh pengaruh lingkungan, keluarga, dan kebiasaan masa lalu (because motive), serta dorongan meraih pahala, ketenangan batin, dan menjaga hubungan sosial (in-order-to motive).
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tradisi Yasinan, Living Qur’an, Surah Yasin, Fenomenologi Alfred Schutz, Desa Buntu Pane. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 06:48 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 06:48 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35022 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
