Aristia, Anisa (2026) Perlindungan Hukum Terhadap Anak Pasca Pencabutan Permohonan Nomor 1557/ Pdt.G/2025/Pa.Pdg Ditinjau Dari Maqashid Al-Syariah. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar isi)
cover- daftar isi_ Anisa Aristia_ 2213010093.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version Download (800kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (587kB) |
|
|
Text (BAB V - Daftar pustaka)
BAB V.pdf - Published Version Download (596kB) |
|
|
Text (Fulltext)
full text skripsi_ anisa aristia_ 2213010093.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pencabutan permohonan isbat nikah kumulasi cerai talak dalam Putusan Pengadilan Agama Padang Nomor 1557/Pdt.G/2025/PA.Pdg yang menimbulkan persoalan mengenai perlindungan hukum terhadap anak yang lahir dari perkawinan siri. Pencabutan permohonan tersebut menyebabkan tidak adanya penetapan hukum yang dapat memperjelas status keperdataan anak terhadap ayahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum bagi anak yang orang tuanya menikah dan bercerai secara siri serta menganalisis pencabutan permohonan tersebut dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan mediator non hakim Pengadilan Agama Padang dan data sekunder berupa Putusan Pengadilan Agama Padang Nomor 1557/Pdt.G/2025/PA.Pdg, peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, buku, serta jurnal ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menghubungkan hasil wawancara dan isi putusan dengan ketentuan hukum, asas-asas hukum, serta konsep maqāṣid al-syarī‘ah yang berkaitan dengan perlindungan hak dan kepentingan terbaik bagi anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencabutan permohonan isbat nikah kumulasi cerai talak dalam Putusan Nomor 1557/Pdt.G/2025/PA.Pdg tidak menghilangkan perlindungan hukum terhadap anak. Hak anak atas pengasuhan, pendidikan, kesehatan, identitas, dan kebutuhan hidup tetap terpenuhi melalui ibu dan keluarga barunya. Ditinjau dari maqāṣid al-syarī‘ah, pencabutan tersebut mencerminkan upaya mewujudkan kemaslahatan melalui ḥifẓ al-nasl dan ḥifẓ al-māl, terutama karena keterbatasan pembuktian, besarnya biaya isbat nikah, serta tidak adanya manfaat langsung bagi anak. Namun, pencabutan tersebut belum memberikan kepastian hukum jangka panjang mengenai nasab, nafkah, dan hak waris anak terhadap ayah biologis. Oleh karena itu, penetapan asal-usul anak dapat menjadi alternatif untuk memperkuat kepastian hukum dan perlindungan hak keperdataan anak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | perlindungan hukum anak, isbat nikah, perkawinan siri, maqāṣid al-syarī‘ah, ḥifẓ al-nasl. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > 340 Ilmu Hukum > Hukum Perlindungan Anak |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 19 Oct 2026 07:39 |
| Last Modified: | 19 Oct 2026 07:39 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35008 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
