Sidik, Muhammad (2026) Konsep Rad Dalam Kewarisan Islam (Studi Komparatif Mazhab Hanafi Dan Mazhab Syafi'i). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover)
Teks (Sampul).pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
Teks (BAB I).pdf - Published Version Download (869kB) |
|
|
Text (BAB III)
Teks (BAB III).pdf - Published Version Download (723kB) |
|
|
Text (BAB V)
Teks (BAB V).pdf - Published Version Download (804kB) |
|
|
Text
Teks (full BAB)-0.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i mengenai konsep ar-radd dalam kewarisan Islam, khususnya terkait pengelolaan sisa harta warisan ketika tidak terdapat ahli waris ‘ashabah. Perbedaan tersebut berkenaan dengan dalil dan metode istinbath yang digunakan serta berimplikasi pada penentuan pihak yang berhak menerima sisa harta warisan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dalil dan metode istinbath Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i mengenai konsep ar-radd, mengidentifikasi penyebab perbedaan pendapat kedua mazhab, serta menentukan pendapat yang paling rajih. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan komparatif (al-fiqh al-muqaran) dan analisis data secara kualitatif-deskriptif. Sumber data primer berupa kitab-kitab fikih mazhab Hanafi dan Syafi’i, sedangkan sumber sekunder berasal dari buku, jurnal, dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mazhab Hanafi membolehkan ar-radd dengan mengembalikan sisa harta kepada ahli waris dzawil furudh, kecuali suami dan istri, berdasarkan QS. al-Anfal ayat 75 dan atsar Ali bin Abi Thalib, serta qias dengan ‘aul. Sementara itu, Mazhab Syafi’i berpendapat bahwa sisa harta diserahkan kepada Baitul Mal berdasarkan QS. an-Nisa ayat 11–12 dan at-Taubah 71 serta hadis riwayat abu daud. Perbedaan tersebut terutama disebabkan oleh perbedaan dalam memahami lafaz al-Qur’an dan penggunaan dalil dalam istinbath hukum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendapat Mazhab hanafi lebih rajih dari segi kekuatan dalil karena mazhab hanafi mencoba mengkompromikan kedua dalil, dan juga Mazhab Hanafi lebih relevan diterapkan dalam konteks hukum kewarisan di Indonesia karena sesuai dengan prinsip kemaslahatan dan ketentuan Pasal 193 Kompilasi Hukum Islam.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ar-Radd, Kewarisan Islam, Mazhab Hanafi, Mazhab Syafi’i, Istinbath Hukum. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih > Hukum Waris Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 02:10 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 02:10 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34953 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
