Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Praktik Jual Beli Hewan Kurban yang Diberi Tanda Fisik (Studi Kasus Desa Tanjung Pucuk Jambi Kecamatan VII Koto Kabupaten Tebo)

Adli, M. (2026) Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Praktik Jual Beli Hewan Kurban yang Diberi Tanda Fisik (Studi Kasus Desa Tanjung Pucuk Jambi Kecamatan VII Koto Kabupaten Tebo). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Iman Bonjol Padang.

[img] Text (Cover - Daftar Isi)
M. Adli-2213040055-1-13.pdf - Published Version

Download (673kB)
[img] Text (BAB I)
M. Adli-2213040055-14-33.pdf - Published Version

Download (623kB)
[img] Text (BAB III)
M. Adli-2213040055-64-72.pdf - Published Version

Download (511kB)
[img] Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
M. Adli-2213040055-92-97.pdf - Published Version

Download (330kB)
[img] Text (Full Text)
M. Adli - 2213040055.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya praktik jual beli hewan kurban yang telah diberi tanda fisik. Hal ini menimbulkan keterkaitan dengan keabsahan jual beli dan ibadah kurban yang dilakukan menggunakan hewan yang telah diberi tanda fisik tersebut. Tujuan penelitian terbagi dua : Pertama, untuk mendeskripsikan proses jual beli hewan kurban yang telah diberi tanda fisik oleh peternak di Desa Tanjung Pucuk Jambi. Kedua, untuk menganalisis tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap keabsahan jual beli hewan ternak yang telah diberi tanda fisik di Desa Tanjung Pucuk Jambi. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis melaksanakan penelitian lapangan. Penelitian ini menggunakan dua teknik pengumpulan data yaitu, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Para peternak selaku penjual, pembeli dan panitia penyelenggara kurban sebagai informan diperoleh dengan teknik snowball sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pemeliharaan hewan ternak di Desa Tanjung Pucuk Jambi menerapkan sistem ekstensif (dilepasliarkan di perkebunan). Peternak menggunting sebagian telinga hewan sebagai tanda fisik identifikasi kepemilikan sesuai kebiasaan setempat. Transaksi dilakukan dengan cara calon pembeli mendatangi area perkebunan untuk memilih hewan sebelum melakukan negosiasi harga. Kedua, jual beli hewan bertanda fisik hukumnya sah menurut Hukum Ekonomi Syariah karena telah memenuhi rukun dan syarat akad, serta berlandaskan prinsip kerelaan, transparansi, dan maslahat. Hewan tersebut juga sah dijadikan objek ibadah kurban karena pengguntingan telinga tergolong cacat ringan yang ditoleransi (ya'fu 'anhu), tidak merusak fungsi organ pendengaran, dan didukung oleh adat kebiasaan setempat ('urf) sebagai sarana identifikasi (wasm).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Jual Beli, Hewan Kurban, Hukum Ekonomi Syariah
Subjects: Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih > Muamalah
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syari'ah
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 25 Sep 2026 01:51
Last Modified: 25 Sep 2026 01:51
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34945

Actions (login required)

View Item View Item