Fajira, Fajira (2026) Hukum Membaca Al-Fatihah dalam Shalat Sendirian Studi Komparatif Antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi'i. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER Sampai DAFTAR ISI)
COVER Sampai DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (650kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (370kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (550kB) |
|
|
Text (BAB V Sampai DAFTAR PUSTAKA)
BAB V Sampai DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (278kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i mengenai hukum membaca Al-Fatihah dalam shalat sendirian. Perbedaan tersebut berimplikasi terhadap kedudukan membaca Al-Fatihah dalam shalat serta keabsahan shalat apabila bacaan tersebut ditinggalkan. Mazhab Hanafi berpendapat bahwa kewajiban membaca Al-Qur’an dalam shalat hanya terdapat pada dua rakaat, sedangkan Mazhab Syafi’i berpendapat bahwa membaca Al-Fatihah merupakan kewajiban pada setiap rakaat shalat. Perbedaan ini berawal dari perbedaan dalam memahami dalil dan metode istinbath hukum yang digunakan oleh kedua Mazhab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dalil dan metode istinbath yang digunakan Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i, mengetahui sebab terjadinya perbedaan pendapat, serta menentukan pendapat yang lebih rajih mengenai hukum membaca Al-Fatihah dalam shalat sendirian. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat komparatif. Data diperoleh melalui penelusuran dan pengkajian terhadap sumber-sumber kepustakaan, terutama kitab-kitab fikih klasik Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i sebagai sumber primer, serta buku, skripsi, artikel, dan referensi lain yang relevan sebagai sumber sekunder. Analisis data dilakukan dengan metode komparatif melalui perbandingan dalil dan metode istinbath kedua Mazhab, kemudian dianalisis sabab al-khilaf dan dilakukan tarjih terhadap pendapat yang dinilai lebih kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mazhab Hanafi berpendapat kewajiban membaca Al-Qur’an dalam shalat terdapat pada dua rakaat, sehingga membaca Al-Fatihah tidak diwajibkan pada setiap rakaat dan tidak menjadi penentu sahnya shalat pada rakaat lainnya. Sementara itu, Mazhab Syafi’i berpendapat bahwa membaca Al-Fatihah merupakan rukun shalat yang wajib dilakukan pada setiap rakaat, sehingga meninggalkannya menyebabkan shalat tidak sah bagi orang yang mampu membacanya. Perbedaan tersebut terutama disebabkan oleh perbedaan dalam memahami kedudukan dan makna dalil tentang bacaan dalam shalat, khususnya hadits yang menyatakan bahwa tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca Al-Fatihah. Mazhab Hanafi lebih menekankan bahwa dalil yang bersifat zanni tidak dapat menetapkan suatu ketentuan sebagai rukun atau fardhu, sedangkan Mazhab Syafi’i memandang hadits tersebut dapat menjadi dasar kewajiban membaca Al-Fatihah pada setiap rakaat. Berdasarkan perbandingan dalil dan metode istinbath, penelitian ini menilai pendapat Mazhab Syafi’i lebih rajih karena didukung oleh ketegasan hadits mengenai ketidakabsahan shalat tanpa membaca Al-Fatihah serta lebih sesuai dengan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan ibadah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Al-Fatihah, Shalat, Mazhab Hanafi, Mazhab Syafi’i, Istinbath, Tarjih. |
| Subjects: | Agama Islam Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Shalat Wajib |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 08:02 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 08:02 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34903 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
